OPTIMASI EKSTRAKSI SENYAWA AKTIF BUAH MAJA (Aegle Marmelos) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI

  • ginanti gina na naaa
  • Agrippinna Wiraningtyas UNSWA
  • Putri Ayu Mutmainnah UNSWA
Keywords: Pestisida Alami, Buah Maja (Aegle Marmelos), Massa Sampel, Waktu Ekatraksi

Abstract

Pestisida alami adalah pestisida yang bahan aktifnya barasal dari tanaman atau tumbuhan, hewan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Salah satu contoh pestisida alami dari bahan organik yaitu buah maja. Aegle marmelos adalah tumbuhan tingkat tinggi yang tahan musim, tetapi daunnya mudah gugur. Perlu diketahui bahwa senyawa-senyawa seperti saponin dan tanin yang terkandung dalam buah maja memiliki efek insektisida pada serangga yang mengganggu tanaman (Rismayani, 2013). Untuk mengoptimalkan ekstraksi senyawa aktif dari buah maja yang efektif dalam mengendalikan hama tanaman yaitu dengan menentukan massa sampel optimum dan waktu ekstraksi optimum, maka kita akan dapatkan ekstrak terbaik dari buah maja yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan massa sampel optimum dan waktu optimum dari ekstraksi senyawa aktif buah maja sebagai pestisida alami. Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 70%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa sampel optimum untuk ekstraksi buah maja menggunakan metode maserasi adalah massa sampel 40% dengan nilai absorbansi saponin sebanyak 0.535 dan nilai absorbansi tanin sebanyak 0.581. Sedangkan waktu optimum untuk ekstraksi buah maja menggunakan metode maserasi adalah waktu ekstrasi 5 hari dengan nilai absorbansi saponin sebanyak 1.724 dan nilai absorbansi tanin sebanyak 1.998.

References

Agustina, S., Ruslan, R.,& Wiraningtyas, A. (2016). Skrining Fitokimia Tanaman Obat Di Kabupaten Bima. Indonesian EJournal of Applied Chemistry), 4(1), 71–76.

Pandey, A., & Mishra, R. (2011). Antibacterial properties of Aegle marmelos leaves , fruits and peels against various pathogens. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Sciences.

Rismayani. 2013. Manfaat Buah Maja Sebagai Pestisida Nabati untuk Hama Pengerek Buah Kakao (Conomorpha cramerella). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, vol.19, No.3.

Mulyanto, S. (2016). Pengaruh Temperatur Ekstraksi dan Heating Time terhadap Spectrum Absorbansi pada Zat Warna Alam dari Kayu Secang. Jurnal Teknologi Terpadu, 4 (1): 7-11.

Apriliani, N. R. (2017). Analisa Kualitatif Dan Kuantitatif Bioaktif Komponen Hasil Ekstraksi Bawang Dayak. Jurnal Zarah, 5(1), 1-4.

Sukaryo, S. (2016). Pengaruh Waktu Ekstraksi dalam Pengambilan Tanin dari Kluwek (Pangium edule Reinw) Menggunakan Pelarut Etanol 70%. Neo Teknika, 2(2).

Apriliani, N. R. (2017). Analisa Kualitatif Dan Kuantitatif Bioaktif Komponen Hasil Ekstraksi Bawang Dayak. Jurnal Zarah, 5(1), 1-4.

Amin, A. (2023). Identiifikasi Organoleptik, dan Kelarutan Ekstrak Etanol Daun Pecut Kuda (Stachitarpeta jamaiensis Linn.) Pada Pelarut Dengan Kepolaran Berbeda. Makassar Natural Product Journal (MNPJ), 203-211.

Srijanto, B., Rosidah, I., Ris, E., Syabirin, G., & Aan, M. (2010). Pengaruh Waktu, Suhu dan Perbandingan Bahan Baku-Pelarut pada Ekstraksi Kurkumin dari Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dengan Pelarut Aseton. Skripsi. Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Yogyakarta.

Published
2025-02-04