Pengembangan Media Audio Visual Berbasis Powtoon Pada Materi Bioteknologi Untuk Kelas IX SMP
Abstract
Powtoon adalah perangkat presentasi online yang menawarkan berbagai gambar dan template untuk membuat presentasi yang menarik. Siswa SMP umumnya cenderung menyukai media pembelajaran audio visual yang bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran menggunakan powtoon sebagai media pembelajaran berdasarkan penilaian dari ahli media, ahli materi, guru, dan siswa, 2) untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio visual powtoon. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini diuji cobakan pada peserta didik kelas IX A di SMPN 14 Banjarbaru. Teknik analisis data yang digunakan yaitu persentase kelayakan media, N-Gain, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji kelayakan sebesar 84,46 %, respon guru sebesar 80 %, dan hasil rata-rata respon siswa memperoleh skor sebesar 80,2 %. Hasil belajar siswa memperoleh kategori sedang dengan skor N-gain 0,46. Berdasarkan hasil uji T diperoleh data nilai t hitung sebesar 8,546 dan t tabel sebesar 2,064 dengan signifikansi pada uji T adalah 0,000<0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini layak untuk diterapkan pada peserta didik SMP kelas IX A dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Bioteknologi.
Kata Kunci : Audio visual, Hasil Belajar, Media Pembelajaran, Powtoon
Downloads
References
Choiroh, N. (2020). Efektifitas pembelajaran berbasis daring/ e-learning dalam pandangan siswa. Omah Jurnal IAIN Surakarta, Juni, 2020.
Dewi dan Sri. (2021). Pengembangan media pembelajaran video animasi En-Alter Sources berbasis aplikasi Powtoon materi sumber energi alternatif sekolah dasar. Jurnal Basicedu, Vol. 5, No. 4, 2021.
Ernawati, Iis dan Totok Sukardiyono. (2017). Uji kelayakan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran administrasi server. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), Vol. 2, No. 2, November 2017.
Hamidaturrohmah. (2019). Efektivitas pembelajaran IPA menggunakan media powtoon dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar : Jurnal Tunas Nusantara, Vol.1 No.2 2019 : 122-131.
Hendrastomo. (2008). Dilema dan tantangan pembelajaran e-learning. Majalah ilmiah pembelajaran No.1, Vol.4 Mei 2008.
Mukti dan Heru. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Biologi Berbantuan Komputer untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 3 (2), 2017, 137-149.
Nurrita, T. (2018). Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Misykat, Vol. 03, No. 01, Juni 2018.
Oktavia, R. dan Syamsu. (2022). Pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual powtoon dalam model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VIII MTS Negeri 1 Palu. JPFT, Vol. 10, No. 1, pp. 27-32, April 2022.
Pradilasari, L., Abdul Gani, dan Ibnu K. (2019). Pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual pada materi koloid untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, Vol. 07, No. 01, hal. 9-15, 2019.
Sandi, A. M., Yani, A., dan Dewi N. A. (2022). Pengembangan video explainer berbasis powtoon pada mata pelajaran produksi pengolahan hasil hewani untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Edufortech 7 (1) 2022.
Sihaloho, D. (2020). Menurunnya kualitas belajar siswa dalam metode e-learning akibat keterbatasan koneksi internet. Diakses pada 5 Oktober 2021, dari https://www.researchgate.net.
Solikha, N., Suchainah, dan Irfah Rasyida. (2020). Efektivitas Pembelajaran E-Learning Berbasis Schoology terhadap Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa X IPS MAN Kota Pasuruan. Jurnal Ilmiah Edukasi & Sosial, Vol. 11, No. 1, Maret 2020, hlm. 31-42.
Copyright (c) 2023 Haura Labibah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












