Pengaruh Pemberian Variasi Dosis Pupuk Kandang Terhadap Berat Kering Tanaman Mahkota Dewa
Abstract
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) merupakan tanaman yang memiliki zat aktif dalam pengobatan. Pertumbuhan tanaman mahkota dewa dikategorikan tidaklah sukar, dalam perawatan atau pemeliharaan perlu dilakukan pemupukan, dan pemupukan yang digunakan tidak boleh pupuk kimia dikarenakan akan dapat merusak atau mengurangi kadar zat efektif dari metabolit sekunder yang terkandung di dalam tanaman mahkota dewa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk yang paling baik dalam pertumbuhan mahkota dewa, terutama dalam menghasilkan berat kering tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah memberikan variasi dosis pupuk kandang yaitu 0gr, 50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 gr, 250 gr diberikan pada bibit tanaman mahkota dewa; untuk memperoleh berat kering tanaman dilakukan pengeringan dan penimbangan dari tanaman mahkota dewa yang sudah berusia 8 minggu. Berat kering tanaman mahkota dewa yang diberi perlakuan dosis pupuk kandang 250 gr menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lain dengan nilai rerata berat kering yang diperoleh sebesar 6,67 gr.
Downloads
References
Advinda, L. (2018). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Padang: Universitas Negeri Padang.
Anggraeni, D. (2014). Pengaruh Pemberian Variasi Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl). Biogenesis, 16-20.
Astiti, N., & Defiani, I. (2013). Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Denpasar: Universitas Udayana.
Dewi, N., Setyo, Y., & Nada, I. (2017). Pengaruh Bahan Tambahan Pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi. JUrnal BETA ( Biosistem dan Teknik Pertanian), 76-82.
Mansyur, N., Pudjiwati, E., & murtilaksono, A. (2021). Pupuk dan Pemupukan. Syiah Kuala: Syiah Kuala University Press.
Margolang, R., Jamilah, & Sembiring, M. (2015). Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah Pada Sistem Pertanian Organik. Jurnal Agroekoteknologi, 717-723.
Advinda, L. (2018). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Padang: Universitas Negeri Padang.
Anggraeni, D. (2014). Pengaruh Pemberian Variasi Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl). Biogenesis, 16-20.
Astiti, N., & Defiani, I. (2013). Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Denpasar: Universitas Udayana.
Dewi, N., Setyo, Y., & Nada, I. (2017). Pengaruh Bahan Tambahan Pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi. JUrnal BETA ( Biosistem dan Teknik Pertanian), 76-82.
Mansyur, N., Pudjiwati, E., & murtilaksono, A. (2021). Pupuk dan Pemupukan. Syiah Kuala: Syiah Kuala University Press.
Margolang, R., Jamilah, & Sembiring, M. (2015). Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah Pada Sistem Pertanian Organik. Jurnal Agroekoteknologi, 717-723.
Nugroho, P. (2013). Panduan Membuat Pupuk Kompos Cair. Yogyakarta: Pustaka Baru.
Purnomo, R., Santoso, M., & Heddy, S. (2013). Pengaruh Berbagai Macam Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Produksi Tanaman, 93-100.
Rastini, T., Zakir, M., & Biyatmoko, D. (2019). Peningkatan Nilai Ekonomis Limbah Pertanian di Pedesaan Melalui Teknologi Bokhasi di Kelompok Tani Martapura, Kabupaten Banjar. JUrnal Pengabdian Al-Ikhlas, 104-112.
RI, L. K. (2013). Inventaris Tanaman Obat Indonesia I (Jilid 1). Jakarta Pusat: Badan Litbangkes-Kementerian Kesehatan RI.
Sondang, Y., Elita, N., & Anidarfi. (2020). Buku Ajar Praktek Fisiologi Tanaman. Payakumbuh: Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Suhastyo, A. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 63-68.
Copyright (c) 2022 Dewi Nur Anggraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












