https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/issue/feedEDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )2026-06-06T10:22:21+00:00Nikman Azmin, S.Pd., M.Sibiologinikman@gmail.comOpen Journal Systems<p>Edu Sociata adalah jurnal program studi pendidikan sosiologi STKIP Bima yang berisi hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori di bidang pendidikan dan sosial</p>https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4281Efektivitas Pelatihan Public Speaking Terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa SMK Kreatif Dompu2026-06-03T04:58:11+00:00Nuratul Fitriyahnuratulfitriyah01@gmail.comVivin Nila Rakhmatullahnuratulfitriyah01@gmail.comLalu Ahmad Taubihnuratulfitriyah01@gmail.com<p><em>Sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi kini menjadi fokus utama pemerintah Indonesia, khususnya untuk menghadapi tantangan zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Perubahan struktural dalam perekonomian Indonesia pada masa kini memberikan pengaruh terhadap sektor industri dan masyarakat. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran maupun pengembangan potensi diri. Siswa sekolah menengah kejuruan dituntut untuk mampu berkomunikasi secara efektif, menyampaikan ide, serta menampilkan kemampuan diri secara optimal, baik di lingkungan akademik maupun nonakademik. Setiap orang perlu memiliki kemampuan untuk berinteraksi, serta menyampaikan ide-ide kreatif dengan cara yang meyakinkan. Namun, sayangnya, banyak siswa Indonesia, terutama di level sekolah menengah, masih mengalami kesulitan signifikan dalam menyatukan keterampilan ini dalam diri mereka, yang sering kali berasal dari isu rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan public speaking terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum di SMK Kreatif Dompu. Pelatihan public speaking diberikan dalam beberapa sesi yang meliputi teknik vokal, bahasa tubuh, penguasaan materi, serta manajemen rasa gugup Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Jumlah responden penelitian terdiri dari 31 siswa yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket kepercayaan diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan pengujian hipotesis skor Uji Wilcoxon dan Uji N-Gain. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat kepercayaan diri siswa setelah mengikuti pelatihan, yang terlihat dari perbedaan skor pretest dan posttest (0,001 < 0,05 dan skor N-Gain 50% Dengan kategori tafsiran “kurang efektif” dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK Kreatif Dompu. </em></p>2026-06-03T04:58:10+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4282IPS dalam Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar2026-06-03T16:48:08+00:00Muhammad Nawirmuhammadnawir@unismuh.ac.idArni Risanimuhammadnawir@unismuh.ac.idKhaerunnisak Tahirmuhammadnawir@unismuh.ac.idLeni Puspitasarimuhammadnawir@unismuh.ac.id<p><em>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar menuntut pendekatan yang mampu mengintegrasikan berbagai konsep ilmu sosial agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran IPS terpadu. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, karakteristik, model, serta penerapan pembelajaran IPS terpadu di sekolah dasar melalui metode penelitian deskriptif dengan pendekatan literature review. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka berupa buku teks, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen relevan yang membahas pembelajaran terpadu dan IPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS terpadu mampu menghubungkan berbagai disiplin ilmu sosial melalui tema tertentu, memberikan pengalaman belajar langsung, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sosial peserta didik. Dengan perencanaan dan implementasi yang tepat, pembelajaran IPS terpadu berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar. </em></p>2026-06-03T16:48:08+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4283Kualitas Komunikasi Interpersonal Ibu dan Anak Remaja di Desa Tepal Dalam Upaya Melestarikan Budaya2026-06-03T16:55:42+00:00Gian Trisna Novandidiantrisnanovandi@gmail.comLalu Ahmad Taubihdiantrisnanovandi@gmail.comVivin Nila Rakhmatullahdiantrisnanovandi@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas komunikasi interpersonal ibu dan anak dalam upaya melestarikan budaya lokal di Desa Tepal. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan ibu, anak, serta tokoh masyarakat sebagai informan. Analisis data menggunakan teori komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito yang meliputi keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komunikasi interpersonal ibu dan anak di Desa Tepal bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh nilai budaya lokal. Keterbukaan dimaknai sebagai kesediaan ibu menjelaskan nilai adat kepada anak meskipun komunikasi cenderung satu arah. Empati, dukungan, dan sikap positif diwujudkan melalui penyesuaian cara bertutur, dorongan, serta ketegasan yang disertai kepedulian. Kesetaraan tidak dimaknai sebagai hubungan yang sepenuhnya sejajar, melainkan sebagai sikap saling menghargai dengan ibu tetap berperan dominan sebagai pemberi arahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas komunikasi interpersonal ibu dan anak berperan penting dalam pewarisan nilai adat dan pelestarian budaya lokal di Desa Tepal di tengah perubahan sosial.</em></p>2026-06-03T16:55:42+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4284Bahasa Nasional Perencanaan Bahasa dan Varietas Linguistik Negara Multilingual2026-06-03T17:02:12+00:00Salwa Salwasalwaalfanin@gmail.comYetty Yettysalwaalfanin@gmail.comRomi Romisalwaalfanin@gmail.comAgusni Agusnisalwaalfanin@gmail.com<p><em>Negara multilingual dihadapkan pada tantangan kompleks dalam mengelola keberagaman bahasa yang hidup berdampingan dalam masyarakat. Bahasa nasional berperan sebagai simbol identitas dan alat pemersatu, sementara varietas linguistik baik bahasa daerah, dialek, maupun ragam sosial merepresentasikan kekayaan budaya dan realitas sosiolinguistik masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran bahasa nasional dalam konteks perencanaan bahasa serta hubungannya dengan keberadaan varietas linguistik di negara multilingual. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka terhadap teori dan hasil penelitian terkait perencanaan bahasa, kebijakan bahasa, dan variasi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan bahasa yang efektif tidak hanya berfokus pada standardisasi dan penguatan fungsi bahasa nasional, tetapi juga perlu memperhatikan pelindungan dan pemertahanan bahasa-bahasa lain agar tidak terjadi marginalisasi linguistik. Dengan demikian, kebijakan bahasa yang inklusif dan adaptif menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara integrasi nasional dan keberagaman linguistik. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian sosiolinguistik serta menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan bahasa di negara multilingual</em></p>2026-06-03T17:02:12+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4419Pengaturan Tindak Pidana Penyebaran Konten Melanggar Kesusilaan Dalam Praktik Penagihan Pinjaman Online2026-06-03T17:26:16+00:00Wivo Hidayatullahwivohidayatullah3@gmail.comLola Yustrisiawivohidayatullah3@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi telah menciptakan berbagai bentuk kejahatan siber, salah satunya adalah penyalahgunaan data pribadi saat penagihan pinjaman online ilegal. Penagihan ini dilakukan dengan cara mengancam penyebarkan konten melanggar kesusilaan sebagai alat tekanan terhadap debitur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan tindak pidana penyebaran konten melanggar kesusilaan dalam praktik penagihan pinjaman online serta menilai efektivitas perlindungan hukum terhadap korban. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan tersebut memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta dapat dijerat dengan Pasal 368 dan 369 KUHP mengenai pemerasan dan pengancaman. Putusan No. 438/Pid.Sus/2020/PN Jkt.Utr menegaskan bahwa hubungan utang-piutang tidak dapat dijadikan alasan membenarkan untuk melakukan intimidasi digital. Secara normatif, pengaturan hukum di Indonesia telah memadai, namun implementasinya masih perlu dioptimalkan.</p>2026-06-03T17:26:16+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4418Perubahan Sosial sebagai Pemicu Konflik : Analisis Konseptual Berdasarkan Teori Sosiologi Klasik dan Modern2026-06-03T17:56:47+00:00Ria Arshaniriaarshani05@gmail.comIlfah Ramadhaniriaarshani05@gmail.comSamsinar Syarifuddinriaarshani05@gmail.com<p>Perubahan sosial merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat karena sifatnya yang dinamis dan terus berkembang seiring waktu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui konsep perubahan sosial yang meliputi pengertian, bentuk, serta faktor penyebabnya; (2) memahami konsep teori konflik beserta sumber, asumsi dasar, dan tokoh-tokohnya; (3) menganalisis hubungan antara perubahan sosial dengan teori konflik dalam kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah literatur dari berbagai sumber ilmiah, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial dapat terjadi melalui berbagai faktor, baik internal seperti demografi, inovasi, dan konflik, maupun eksternal seperti lingkungan, difusi budaya, dan peperangan. Teori konflik memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi secara harmonis, melainkan melalui pertentangan akibat ketimpangan kepentingan dan kekuasaan. Dengan demikian, konflik memiliki peran penting sebagai pendorong terjadinya perubahan sosial dan pembaruan dalam masyarakat</p>2026-06-03T17:56:47+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4417Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal: Nilai-nilai Sosiologi pada UMKM Kopi Siong Kete dan Potensinya sebagai Sumber Belajar2026-06-03T18:16:35+00:00Adelia Dynda Putri Priambodoiraelia337@gmail.comIra Eliaadeliapriambodo400@gmail.comAndri Jaenul Fikriadeliapriambodo400@gmail.comJepri Utomoadeliapriambodo400@gmail.comMila Novianaadeliapriambodo400@gmail.com<p>Sumber belajar yang kontekstual merupakan elemen kunci dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pemberdayaan komunitas melalui UMKM Kopi <em>Siong Kete</em> di Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur; (2) mengidentifikasi nilai-nilai sosiologi yang terkandung dalam pemberdayaan UMKM Kopi <em>Siong Kete</em>; dan (3) merumuskan rekomendasi pemanfaatan nilai-nilai sosiologi tersebut sebagai sumber belajar pada materi pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal di kelas XII SMA IT Cahaya Bangsa, Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dengan kriteria pelaku UMKM aktif, terlibat langsung dalam kepariwisataan, memiliki pengalaman minimal 1 tahun, dan bersedia menjadi informan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan berlangsung secara bertahap mulai dari 2012 hingga 2017, melibatkan partisipasi aktif ibu rumah tangga sebagai produsen dan edukator kopi. Nilai-nilai sosiologi yang ditemukan meliputi kerja sama, partisipasi sosial, solidaritas sosial, kearifan lokal, perubahan sosial, pemberdayaan perempuan, keakraban, dan modal sosial. Nilai-nilai tersebut dapat direkomendasikan sebagai sumber belajar sosiologi kelas XII yang dikaitkan dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka.</p>2026-06-03T18:16:35+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4429PKWT dan Kerentanan Pekerja: Studi Kasus Pemutihan Masa Kerja dan Masa Percobaan Pada Pekerja Kontrak di Kawasan Industri Lombok, NTB2026-06-04T06:32:07+00:00Rakhmat Nur Adhirakhmatnuradhi@staff.unram.ac.idJepri Utomojepriutomo@staff.unram.ac.idNursaptini Nursaptininursaptini@unram.ac.idLalu Muslihul A. Akhmadilalumuslihulardi@gmail.com<p>Praktik Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) telah menjadi bagian penting dari dinamika hubungan kerja di industri Indonesia, termasuk di Kawasan Industri Lombok, NTB. Meskipun PKWT memberikan fleksibilitas bagi perusahaan, praktik ini menimbulkan ketidakpastian bagi pekerja terkait durasi kontrak, masa percobaan, pemagangan, dan pemutihan masa kerja. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kerentanan pekerja kontrak dalam konteks PKWT dan implikasinya terhadap hak-hak pekerja. Penelitian menggunakan <strong>pendekatan kualitatif</strong> dengan metode <strong>studi kasus</strong><strong>,</strong> melibatkan tujuh informan yang terdiri dari pekerja PKWT, pekerja outsourcing, akademisi, dan manajemen agensi outsourcing. Pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling untuk memperoleh data yang relevan dan mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di tempat kerja, dan dokumentasi materi tertulis, foto, dan catatan perusahaan. Data sekunder dari BPS, Kementerian Tenaga Kerja, dan artikel akademik juga digunakan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja PKWT sering mengalami perpanjangan kontrak berulang, masa percobaan yang tidak tercatat, praktik pemagangan yang menurunkan hak pekerja, serta pemutihan masa kerja yang membuat pekerja dihitung kembali dari nol. Praktik ini menciptakan kerentanan terhadap kehilangan hak gaji, tunjangan, dan jaminan sosial, serta menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi formal dan implementasi di lapangan. Penelitian ini menekankan perlunya pengawasan ketenagakerjaan yang lebih tegas, transparansi perusahaan, dan kebijakan untuk menjamin kepastian dan perlindungan pekerja kontrak.</p>2026-06-04T06:32:07+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4444Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Sikap Keagamaan Siswa Mts Muhammadiyah Kota Bima2026-06-04T06:45:25+00:00Wirdayal AiniAiniwirda80@gmail.comMaskura Maskuramaskurammaskura288@gmail.comRuslan Ruslanruslanamarizqi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap sikap keagamaan siswa di MTs Muhammadiyah Kota Bima. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang berpotensi memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap perilaku dan sikap keagamaan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data mengenai perilaku siswa dalam menggunakan media sosial serta dampaknya terhadap kehidupan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial tinggi, terutama pada siswa yang tinggal di luar asrama. Penggunaan media sosial berlebihan menyebabkan menurunnya kedisiplinan ibadah, fokus belajar, dan perilaku sosial siswa. Namun, media sosial juga dapat menjadi sarana memperoleh pengetahuan agama melalui konten edukatif dan religius. Faktor yang memengaruhi dampak media sosial meliputi jenis konten, kontrol diri siswa, lingkungan tempat tinggal, serta pengawasan keluarga dan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pengawasan berkelanjutan agar media sosial dimanfaatkan positif tanpa mengurangi nilai-nilai keagamaan.</p>2026-06-04T06:45:24+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4445Media Sosial Sebagai Agen Perubahan Interaksi Sosial Siswa: Studi di SMAN 2 Sape, Kabupaten Bima2026-06-04T06:53:59+00:00Irfan Irfanirfanfagih@gmail.comIrmasah Irmasahirmanmandolo@gmail.comSyukurman Syukurmansyukurmanstkip@gmail.comHartati Hartatihartatiaza76@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai agen perubahan interaksi sosial siswa di SMAN 2 Sape, Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur intensitas penggunaan media sosial dan perubahan pola interaksi sosial siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, dengan lebih dari setengah responden menggunakan media sosial lebih dari empat jam per hari. Pola interaksi sosial siswa cenderung didominasi oleh interaksi daring dibandingkan interaksi tatap muka. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan interaksi sosial siswa dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,587 dan nilai signifikansi < 0,05, serta kontribusi pengaruh sebesar 34,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai agen perubahan sosial yang memengaruhi cara siswa membangun dan memelihara interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan peran sekolah dan keluarga dalam mengarahkan penggunaan media sosial agar dampaknya terhadap interaksi sosial siswa bersifat positif dan seimbang.</em></p>2026-06-04T06:53:59+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4469Work Study Balance Di Kalangan Mahasiswa Pekerja : Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya2026-06-04T07:10:45+00:00Yuseva Yusevapebriantianisa@fisip.upr.ac.idAnisa Pebriantiyusseva37@gmail.comIman Irawansyahimanira@fisip.upr.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mahasiswa yang bekerja di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya mampu menjaga keseimbangan antara belajar dan bekerja, serta memahami cara mereka mengatur dua peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulkan data dengan cara wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sekaligus bekerja menghadapi konflik peran, seperti perubahan jadwal antara kuliah dan pekerjaan, keterbatasan waktu dalam menyelesaikan tugas, serta kelelahan fisik dan tekanan mental. Dalam perspektif teori peran Robert Linton mengatakan situasi seperti itu terjadi karena seseorang memiliki banyak tugas atau peran yang harus dipenuhi ketika menjalani lebih dari satu status sosial . Konflik peran yang muncul tidak membuat siswa berhenti dari salah satu peran , melainkan mendorong mereka untuk menggunakan berbagai cara menyesuaikan diri. Strategi yang ditemukan dalam penelitian ini mencakup pengaturan waktu dengan disiplin , menentukan prioritas saat ada benturan tugas, menggunakan waktu senggang untuk menyelesaikan pekerjaan, serta berkomunikasi dengan tempat kerja untuk mencapai kesepakatan mengenai jadwal. Jadi, keseimbangan antara belajar dan bekerja yang dirasakan siswa tidak berarti tidak ada konflik, tetapi itu hasil dari proses mengelola dan menyesuaikan peran secara terus-menerus.</p>2026-06-04T07:10:45+00:00##submission.copyrightStatement##https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/4485Prinsip-Prinsip Disiplin Level Sekolah Dan Kelas2026-06-06T10:22:21+00:00Dini Handrianidinihandriani277@gmail.comHadianti Hadiantidinihandriani277@gmail.comFidratul Wahyuningsihdinihandriani277@gmail.comNur Annisadinihandriani277@gmail.comYunus Yunusdinihandriani277@gmail.comKurniawan Kurniawandinihandriani277@gmail.comAgil Ikhsandinihandriani277@gmail.com<p><em>Disiplin merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, baik pada level sekolah maupun kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip disiplin pada level sekolah dan kelas, mengidentifikasi permasalahan dalam penerapannya, serta menganalisis strategi yang efektif dan edukatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa disiplin yang efektif tidak hanya mencakup kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melibatkan internalisasi nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, dan rasa hormat. Pada level sekolah, prinsip-prinsip utama mencakup penerapan disiplin positif, penyusunan tata tertib yang humanis, penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman, serta pengembangan karakter melalui kultur sekolah. Pada level kelas, prinsip disiplin diwujudkan melalui sikap hangat dan antusias guru, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, penanaman disiplin diri, serta pendekatan preventif dalam pengelolaan kelas. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan disiplin meliputi kompetensi guru, karakteristik peserta didik, kondisi lingkungan keluarga, dan perkembangan teknologi. Strategi yang direkomendasikan mencakup penerapan disiplin positif, manajemen kelas yang partisipatif, keteladanan guru, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dengan pengelolaan disiplin yang terencana dan adaptif, proses pembelajaran akan berlangsung lebih efektif dan bermakna dalam membentuk generasi yang berprestasi dan berkarakter.</em></p>2026-06-06T10:18:37+00:00##submission.copyrightStatement##