Hubungan Motivasi ARCS Dengan Perilaku Cyberslacking Pada Mahasiswa Sumatera Barat

  • Nurul Syarifatun Halimah Universitas Negeri Padang
  • Maya Yasmin Universitas Negeri Padang
Keywords: Cyberslacking, Motivasi ARCS, Mahasiswa Sumatera Barat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi ARCS dengan cyberslacking. Sampel penelitian dipilih berdasarkan teknik sampling random cluster. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional atau hubungan. Sampel penelitian berjumlah 386 mahasiswa Sumatera Barat. Alat ukur yang digunakan ialah skala Akbulut dkk. (2016) cyberslacking yang diadaptasi oleh Simanjuntak dkk. (2019) dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan reliabilitas = 0,929 dan juga alat ukur motivasi ARCS berdasarkan skala Course Interest Survey (CIS) dari John Keller (2010) dan dikembangkan oleh Simanjuntak (2022) dan Simanjuntak dkk. (2022) dengan reliabilitas = 0,867. Hasil korelasi pearson r = ─0,230, nilai p = 0,000 (p<0,050) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara cyberslacking dengan motivasi ARCS pada mahasiswa Sumatera Barat.

References

Akbulut, Y., Dursun, Ö. Ö., Dönmez, O., & Şahin, Y. L. (2016). In search of a measure to investigate cyberloafing in educational settings. Computers in Human Behavior, 55, 616-625.

Anam, K., Arista Pratomo, G., Psikologi, J., & Artikel, S. (2019). Fenomena Cyberslacking Pada Mahasiswa Info Artikel Abstrak. http://journal.unnes.ac.id/nju/index._php/INTUISI

APJII. (2023). Survei Internet APJII 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. survei.apjii.or.id

Azwar, S. (2012). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik. (2024). Provinsi Sumatera Barat dalam Angka: Sumatera Barat Province in Figures. BPS-Statictics Sumatera Barat Province, 54, 0303-5328.

Bahari, A. K., & Afiati, N. S. (2021). Apakah Mahasiswa Benar-Benar Mengakses Internet Untuk Belajar? Studi Deskriptif Tentang Cyberslacking pada Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19. Mempersiapkan Generasi Digital Yang Berwatak Sociopreneur: Kreatif, Inisiatif, dan Peduli di Era Society 5.0.

Gerow, J. E., Galluch, P. S., & Thatcher, J. B. (2010). To slack or not to slack: Internet usage in the classroom. JITTA: Journal of Information Technology Theory and Application, 11(3), 5.

Keller, J. M. (2010). Development and use of the ARCS model of instructional design. Journal of instructional development, 10(3), 2-10.

Paramita, R. D., & Primanita, R. Y. (2023). Kontribusi Self Awareness terhadap Perilaku Cyberslacking Pada Siswa di Kota Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 16576-16581.

Putri, Y. V. S., & Sokang, Y. A. (2017). Gambaran cyberslacking pada mahasiswa. Prosiding Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia, 2(1), 9-17.

Simanjuntak, E., Purwono, U., & Ardi, R. (2019). Skala cyberslacking pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 18(1), 41-54.

Simanjuntak, E., Nawangsari, N. A. F., & Ardi, R. (2022). Academic cyberslacking: Why do students engage in non-academic internet access during lectures?. Psychology Research and Behavior Management, 3257-3273.

Simanjuntak, E. (2022). Validation of the CIS Scale to Measure Students’ Extrinsic Learning Motivation in Indonesian Context. In Proceedings of the 3rd International Conference of Education and Science, ICES 2021, November 17-18, 2021, Jakarta, Indonesia.

Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. 3(4). ISBN: 9786022893738

Published
2024-12-06