Analisis Eksistensi Budaya Ne'e Uma Riana Pada Masyarakat Suku Donggo Dalam Menjaga Kearifan Lokal Ditengah Arus Globalisasi dan Modernisasi

  • Najamudin Najamudin STIPAR Soromandi Bima
  • Mahfud Mahfud STIPAR Soromandi Bima
Keywords: Nee Uma Riana, Masyarakat Donggo, Kearifan Lokal

Abstract

Masyarakat pada era globalisasi ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sehingga berdampak pada perubahan perilaku sosial dalam masyarakat. Hal ini memungkinkan masyarakat mudah melupakan nilai-nilai luhur warisan budaya. Namun, hal ini tidak berlaku pada masyarakat suku Donggo Bima, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat setempat tetap mempertahankan budaya lokal yang menjadi warisan leluhur mereka. Salah satu budaya yang masih kental dan berlangsung lama hingga saat ini adalah “Ne’e Uma Riana” yang merupakan proses mengantar mempelai perempuan ke rumah orang tua laki-laki (mertua) yang biasanya dilakukan 3-5 hari setelah upacara resepsi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tentang keberadaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi budaya "Ne'e Uma Riana" pada masyarakat suku Donggo. Data dalam penelitian ini berkaitan dengan Eksistensi budaya lokal Bima “Ne’e Uma Reana” yang diperoleh dari Narasumber (Generasi muda, pasangan muda mudi, pasangan suami istri, orang tua dan kepala desa/pemerintah setempat). Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membaca (mencermati) seluruh informasi yang diperoleh, kemudian memberikan makna atau memaknai data dengan mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya menjadi bagian-bagian berdasarkan pengelompokan informasi yang telah ditentukan.

References

Adhisurya A, Sewu PLS. (2023). Local Wisdom as an Effort to Prevent and Restore Victims of Human Trafficking through Online Scammers. Jurnal Hukum Sehasen. 2023; 9(2): 255-262.

Aska, Najamudin, Nurhayati. (2020). Moderasi Beragama Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal Pada Masyarakat Donggo Di Bima (Tinjauan Sosio-Historis). Harmoni. 2020: 19(2); 338-352.

Atika IN, Kartika I. (2023). Identification of science concepts in Bobung Wooden Mask local wisdom. In AIP Conference Proceedings. 2023: (Vol. 2621, No. 1); AIP Publishing.

BM NF. (2017). Pergeseran Nilai Budaya Pada Upacara Perkawinan Adat Suku Mbojo, Bima, Nusa Tenggara Barat (Doctoral dissertation: UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA).

Capra, Fritjof. (2002). The Hidden Connection. New York: Doubleday.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. 2016; London: Sage publications.

Najamudin., Andang. (2022). Urgensi Budaya Bima Maja Labo Dahu Dalam Mendorong Revolusi Mental. PEDAGOGOS: Jurnal Pendidikan. 2022: 4(1): 48-54.

Pesurnay AJ. (2018). Local wisdom in a new paradigm: Applying system theory to the study of local culture in Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 2018 July; (Vol. 175, No. 1, p. 012037). IOP Publishing.

Pranata J, Wijoyo H, Suharyant A. Local Wisdom Values in the Pujawali Tradition. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal). 2021: 4(1); 590-96. https://doi.org/10.33258/birci.v4i1.1642.

Sternberg RJ, Glück J. (2021). Wisdom: The psychology of wise thoughts, words, and deeds: Cambridge University Press; 2021.

Sumartias S, Unde AA, Wibisana IP, Nugraha AR. (2019). The importance of local wisdom in building national character in the industrial age 4.0. In 3rd International Conference on Learning Innovation and Quality

Education (ICLIQE 2019). (2020, February): (pp. 1305-1312). Atlantis Press.

https://doi.org/10.2991/assehr.k.200129.159

Syarifuddin, ChaniagoDS, Nasrullah A, Syuhada K. Dampak Interaksi Sosial Masyarakat Transmigran Sasak di Manggelewa Dompu NTB. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual. 2019: 1(1); 31-39.

Published
2024-12-05