Dinamika Regulasi Emosi Penyandang Disabilitas Netra Late Blind

  • Khairina Dwi Rivani Universitas Negeri Padang
  • Prima Aulia Universitas Negeri Padang

Abstract

Disabilitas netra late blind merupakan kehilangan penglihatan yang terjadi setelah dewasa. Penglihatan yang tiba-tiba menghilang menyebabkan reaksi emosional, di mana emosi negatif lebih sering muncul daripada emosi positif sehingga penyandang late blind perlu mengelola emosi negatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika regulasi emosi pada penyandang disabilitas netra late blind. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur kepada 3 (tiga) orang subjek yang merupakan penyadang disabilitas netra late blind. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian ini ditemukan bahwa subjek disabilitas netra late blind dapat mencapai 5 (lima) tahapan proses regulasi emosi yang dikemukakan oleh Gross. Secara kesuluruhan, subjek sadar akan emosi negatif yang muncul dan bagaimana cara mengontrol serta mengelolanya dengan baik. Kemudian, faktor-faktor yang mempengaruhi regulasi emosi pada penelitian ini adalah usia, religiusitas, dan dukungan sosial.

References

Aris, D. P., & Rinaldi. (2015). Hubungan regulasi emosi dengan penerimaan diri wanita premenopause. Jurnal RAP UNP, 6(1), 11–22.

Desiningrum, D. R. (2016). Psikologi anak berkebutuhan khusus. Yogyakarta: Psikosain.

Gross, J. J. (2014). Handbook of Emotion Regulation. Second Edition. New York: Guilford Press.

Harimukthi, M. T., & Dewi, K. S. (2014). Eksplorasi kesejahteraan psikologis individu dewasa awal penyandang tunanetra. Jurnal Psikologi Undip, 13(1), 64–77.

Hasmarlin, H., & Hirmaningsih. (2019). Self-compassion dan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi, 15(2), 148–156.

Hidayat, K., & Bashori, K. (2016). Psikologi sosial. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Mambela, S. (2018). Tinjauan umum masalah psikologis dan masalah sosial individu penyandang tunanetra. Jurnal Buana Pendidikan, 14(25), 65–73.

Marliani, R., Nasrudin, E., Rahmawati, R., & Ramdani, Z. (2020). Regulasi emosi, stres, dan kesejahteraan psikologis: Studi pada ibu work from home dalam menghadapi pandemi Covid-19. Karya Tulis Ilmiah LP2M UIN SGD Bandung, 1–13.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ningrum, W. R., & Masing, M. (2022). Regulasi emosi mahasiswa mantan pecandu narkoba. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(3), 496–500.

Rahma, R. N. (2015). Kesejahteraan psikologis penyandang tunanetra (studi pada mahasiswa tunanetra Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta). Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(7), 1–13.

Rosalina, T. A., & Apsari, N. C. (2020). Dukungan sosial bagi orang dengan disabilitas netra dalam pencapaian prestasi di sekolah luar biasa. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 414–424.

Santoso, S. H., & Erawan, E. (2016). Coping stress penyandang tunanetra late-blind. Jurnal Experientia , 4(1), 23–40.

Siregar, H. W. O., Marpaung, W., & Mirza, R. (2019). Kepercayaan diri ditinjau dari dukungan sosial pada penyandang tuna netra (self-confidence viewed from social support in blind people). PSYCHO IDEA, 17(2), 114–122.

Somantri, T. (2007). Psikologi anak luar biasa. Bandung: PT Refika Aditama.

Sulthon. (2016). Pola keberagaman kaum tunanetra dan dampak psikologis terhadap penerimaan diri. QUALITY, 4(1), 45–68.

Suriyati. (2021). Gambaran resiliensi individu yang menjadi disabilitas netra saat dewasa (studi kasus pada komunitas sahabat mata Kota Semarang). NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(7), 2096–2106.

Suryani, R. (2020). Hubungan dukungan sosial dengan regulasi emosi orang dengan lupus (odapus) pada komunitas persatuan lupus Sumatera Selatan. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Swestilangen, R. S., & Syafiq, M. (2021). Strategi mengatasi kesepian pada pria dewasa awal penyandang tunanetra. Journal of Psychological Perspective, 3(2), 97–104.

Thompson, R. A. (2005). Emotion regulation: A theme in search of definition, Monographs of the Society for Reseacrh in Child Development, 59(2/3), 25-52.

Wulur, M. B. (2015). Psikoterapi islam. Yogyakarta: Deepublish

Published
2023-12-12