Dosen STKIP BIMA Kembali Mendapatkan Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tahun 2019 ini kembali dosen-dosen STKIP BIMA mendapatkan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat. Ini bukan kali pertama dosen STKIP BIMA mendapat hibah, sejak tahun 2015 STKIP Bima selalu mendapatkan hibah setiap tahunnya dengan berbagai skim.  Tahun ini 11 tim dosen kembali mendapatkan hibah yakni 9 tim untuk PDP (penelitian dosen pemula) , 1 tim untuk PKPT( Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi) dan 1 tim untuk PT (Penelitian Terapan).

Semoga tahun depan lebih banyak lagi dosen yang mendapat hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dengan skim yang lebih tinggi.

Berikut Lampiran Nama-nama Dosen STKIP BIMA yang mendapatkan Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat :

Prodi Pendidikan Kimia Apresiasi Mahasiswa Berprestasi

Rabu, 20 Februari 2019 bertempat di Ruang Lab. Kimia, program studi Pendidikan Kimia STKIP Bima melaksanakan penyerahan secara simbolis piagam penghargaan & hadiah motivasi kepada dua orang mahasiswa berprestasi. Terpilih dua mahasiswa dari Semester 2 yaitu Achmad Sulaiman dengan IP 4.00 & Endang Efryani dengan IP 3.96. Pemilihan dua mahasiswa tersebut merupakan hasil musyawarah para dosen dengan memperhatikan prestasi akademik & non akademik keduanya.

Pemberian penghargaan itu bertujuan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa agar dapat mempertahankan & meningkatkan prestasinya. Ketua prodi Pendidikan Kimia, Agripinna Wiraningtyas, M.Sc menyampaikan bahwa kategori mahasiswa berprestasi tidak semata berdasarkan dari akademik, tetapi juga non akademik seperti keterlibatan mahasiswa dalam UKM kampus & organisasi. Kedepan, penilaian mahasiswa berprestasi juga ditambah berdasarkan keterlibatan mahasiswa dalam lomba-lomba.
Ibu Agrippina juga menyatakan bahwa tiap semester akan diadakan pemilihan untuk semua angkatan dengan penilaian seperti yang disampaikan.

Kedua mahasiswa terpilih mengaku tidak menyangka akan terpilih sebagai mahasiswa berprestasi. Achmad dan Endang sangat senang serta berharap prodi Pendidikan Kimia semakin maju, kualitas mahasiswa & lulusannya semakin baik.

KELAS INSPIRATIF BERSAMA PERPUSTAKAAN KAMPUNG SADIA

Perpustakaan kampung Sadia bersama Rumah Baca Salahuddin Al Ayubi mengisi kelas inspiratif di Waki Kel. Manggemaci Kota Bima.

Sore ini kami mengisi kelas inspiratif anak-anak TPQ Mushollah Istiqomah Waki Kel. Manggemaci Kota Bima dalam rangka membangkitkan semangat dan budaya membaca; membaca Iqro, membaca Al-Qur’an dan membaca buku sambil bermain.

Kegiatan perpustakaan keliling ini sebagai bentuk kami dalam memberikan kontribusi positif kepada generasi, agar mereka bisa memanfaatkan betapa pentingnya membaca, sebab membaca bisa mengantarkan generasi yang sukses dunia dan sukses juga di akhirat.

STKIP Bima dan Dinas Koperindag Kota Bima Menggelar Kegiatan Seminar Pameran Wirausaha UMKM

Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wita diikuti oleh beberapa perwakilan kelembagaan mahasiswa, Menghadirkan Pemateri utama yakni Kadis Koperindag Kota Bima Nurjanah, S.Sos, Bapak Ahmad Sandi selaku dosen STKIP Bima.

Mahasiswa dan UKM mempromosikan hasil kreatifitasnya di stand yang telah di sediakan panitia dan tidak ketinggalan UKM Binaan Dinas Koperindag ikut andil untuk mempromosikan hasil kreatifitasnya.

Beragam promosi mereka adalah jajanan khas bima, miniatur, tanaman hias, dan masih banyak lagi yang lainnya, begitupun UKM Binaan Koperindag Kota Bima.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang mempunyai jiwa Entrepereniurship bukan hanya ingin menjadi PNS, tapi mahasiswa harus mampu menjadi wirausahawan untuk mampu meningkatkan taraf ekonomi, “Kegiatan ini kita laksanakan aplikasi dari dua jurusan, jurusan Ekonomi dan IPA Biologi,” jelasnya.

Seminar ini mengangkat Tema ‘Membentuk Entrepereniurship Dalam Menghadapi Era Revolusi’ dengan harapan dapat memotivasi mahasiswa yang ada di STKIP Bima supaya bisa berpikir maju dengan jiwa kewirausaannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP BIMA BERIKAN PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA DI SMAN 1 LANGGUDU

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bima memberikan Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba di SMA Negeri 1 Langgudu Kabupaten Bima. Kegiatan yang di helat pada Sabtu (10/11) tersebut menghadirkan seluruh siswa dan guru-guru. Antusias dan semangat siswa mengikuti kegiatan menjadi bagian dari kesadaran mereka akan pentingnya kegiatan tersebut. Dalam pengantarnya, ketua program studi pendidikan matematika STKIP Bima, Edi Mulyadin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan ikut andil dan mengambil bagian dalam mengantisipasi terjadinya perilaku menyimpang di kalangan remaja, khususnya penyalahgunaan Narkoba. Bagaimanapun siswa-siswi adalah tumpuan dan harapan bangsa di masa depan, sehingga harus benar-benar terhindar dari ancaman narkoba. Ia menambahkan bahwa kegiatan penyuluhan narkoba tersebut sebagai tindak lanjut kesepakatan kerjasama Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bima dengan SMAN 1 Langgudu yang berlaku selama kurun waktu 3 tahun kedepan, “Kegiatan penyuluhan narkoba ini merupakan kegiatan awal yang kami programkan, kedepannya akan ada banyak kegiatan-kegiatan yang lain, baik yang berkaitan dengan pembinaan siswa maupun penguatan kompetensi guru”.

Sementara itu, kepala SMA Negeri 1 Langgudu, Bapak Muhammad Yani, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan bahaya narkoba sangat penting diberikan kepada siswa mengingat wilayah kecamatan Langgudu cukup rawan menjadi tempat peredaran narkoba. Kehadiran dosen-dosen program studi pendidikan matematika STKIP Bima sangat membantu pihak sekolah dalam memberikan pembinaan dan pengarahan kepada siswa, khususnya yang berkaitan dengan bahaya narkoba. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, maka dapat menjadi gambaran bagi peserta didik betapa bahaya narkoba dapat mengancam kesehatan bagi yang menyalahgunakan nya baik secara psikis maupun secara mental. “Kami menyambut baik semangat pengabdian yang ditunjukan oleh Bapak Ibu Dosen pada sekolah kami, untuk itu kami sampaikan ucapan terimakasih”, tambahnya.

Ancaman narkoba hampir menggerogoti setiap lapisan masyarakat, tidak mengenal yang tua, muda, bahkan anak-anak juga menjadi target peredaran narkoba. Khusus bagi kalangan remaja harus benar-benar di godok dengan pemahaman yang utuh agar tau dan mengerti dampak buruk yang bisa ditimbulkan, lebih-lebih remaja adalah mereka yang sedang berada dalam proses menjadi (becoming) sehingga rentan terjebak pada keinginan mencoba dan menyahgunakan narkoba. Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut, Bapak Saifullah, M.Pd mengatakan bahwa saat ini perilaku hura-hura dan gaya hedonis yang ditampakkan oleh kalangan remaja menjadi persoalan mendesak yang mengancam eksistensinya. Itu adalah hal umum yang terjadi, namun bukan berarti siswa-siswa yang ada di sekolah ini bermasalah, saya memberikan gambarannya sehingga pembinaan semacam ini diperlukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, pada materinya, Andang, M.Pd menyebutkan bahwa menyalahgunakan narkoba hanya akan mengantarkan kehidupan seseorang lebih dekat pada lonceng kematiannya. Ia mengatakan bahwa dalam satu pil tramadol yang dikonsumsi seseorang akan dapat membunuh ratusan bahkan ribuan saraf otak, benih-benih cerdas yang ada dalam pikirannya akan terkubur mati dengan sendirinya. Keinginan untuk mewujudkan cita-cita dan menjadi orang sukses bisa menjadi pupus dan hilang harapan. Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa narkoba harus benar-benar dihindari. Disamping itu, sebagai dampak dari penyalahgunaan narkoba, maka akan menjadikan penggunannya tidak memiliki semangat hidup, emosional dan cenderung kasar, menimbulkan gangguan jiwa, TBC, Hepatitis, bahkan HIV/AIDS. Untuk menaggulangi terjadinya penyalahgunaan narkoba, ia menyarankan agar pihak sekolah perlu melakukan beberapa hal, diantaranya membentuk Satgas Anti Narkoba di sekolah, menciptakan lingkungan bersih narkoba, melaporkan bila ada peredaran narkoba di sekolah, menyampaikan pesan-pesan anti narkoba dalam setiap pertemuan atau kegiatan, dan membantu siswa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.