Penarikan Mahasiswa PERMATA

STKIP PGRI Sumbar menggelar acara perpisahan dengan Mahasiswa Program Permata (Pertukaran Mahasiswa Tanah Air) dari STKIP Bima Nusa Tenggara Barat di Aula Gedung STKIP PGRI Sumatera Barat, Senin (29/08). Mahasiswa Permata yang beranggotakan 3 orang, Susan Merduwanti Riniati, Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Yanti Ramadani, Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika dan Kiki Rizki Amelia, Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi secara resmi dilepas oleh STKIP PGRI Sumatera Barat terhitung Senin, 29 Januari 2018.

Suasana haru nampak terlihat di Aula Gedung STKIP PGRI. Tak hanya Mahasiswa Permata, seluruh yang hadir termasuk Pimpinan STKIP PGRI, Zusmelia pun turut larut dalam suasana perpisahan tersebut.

Dalam sambutannya Zusmelia mengatakan bahwa mereka adalah Anak-anak terbaik dan luar biasa sehingga dipercaya oleh Negara untuk menjadi Mahasiswa Permata dan memilih STKIP sebagai Perguruan Tinggi pilihannya dan berproses selama satu semester di STKIP PGRI. “Berbagai kegiatan sudah mereka jalani selama di STKIP PGRI. Tidak hanya kegiatan Akademik tetapi juga kegiatan Non Akademik, dengan mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan diantaranya kegiatan Keakraban Mahasiswa, Panitia Lomba Matematika dan Biologi, Kuliah Umum, Seminar dan Workshop, kegiatan Mendeley dan OJS (Open Journal System), Pelatihan Mahasiswa Magang, kegiatan Pengabdian, dll. Bahkan mereka juga sudah mendapatkan Sertifikat PRA (Partisipatory Rural Appraisal) . Dengan adanya sertifikat tersebut mereka sudah siap pakai untuk bekerja di LSM dan Instansi Non pemerintah. Mereka juga dikenalkan dengan berbagai tempat wisata di Sumatera Barat dan Budaya Minang” tambahnya.

Ketua STKIP Bima NTB, Amran menyampaikan Ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pimpinan, dosen dan seluruh Pihak kampus yang sudah membimbing dan membina Mahasiswa Permata STKIP Bima sehingga banyak ilmu dan pengalaman yang sudah mereka peroleh selama di STKIP PGRI Sumatera Barat. Tidak lupa sanjungan dan pujian ditujukan untuk ketua STKIP PGRI, Zusmelia. ” yang sudah menjadi sosok ibu, orang tua yang baik bagi Mahasiswa Permata, baik dikampus maupun diluar kampus” tambahnya.

“STKIP PGRI Rancak Bana, Kampus yang memiliki tata kelola yang sangat luar biasa”. Kalimat yang disampaikan oleh Kiki Rizki Amelia, Mahasiswa Permata Prodi Pendidikan Biologi. “Banyak kegiatan yang kami ikuti, bahkan kami juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampus. Setiap kegiatan yang diadakan oleh STKIP PGRI Sumatera Barat semuanya adalah kegiatan yang bermutu dan luar biasa. Mereka tidak hanya mengadakan dan mengikuti kegiatan yang mencakup lingkungan kampus STKIP PGRI saja, akan tetapi semua kampus yang ada di Sumbar bahkan luar negeri juga mereka ikuti. Kami khususnya anak permata adalah orang yang sangat beruntung bisa menginjakan kaki di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat” imbuhnya. ” Ibu ketua STKIP PGRI sangat menyayangi kami. Dengan padatnya kesibukan beliau tapi beliau bisa meluangkan waktunya untuk mengajak kami mengelilingi Sumbar Mengenalkan tempat wisata dan budaya yang ada di Sumatera Barat” tambahnya. Ia berharap semoga STKIP PGRI sumatera Barat menjadi kampus terbaik, segera menjadi univesitas sesuai harapan bersama yang selalu menginspirasi anak bangsa sesuai motto yang ada di kampus ini.

Acara perpisahan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan STKIP PGRI, ketua STKIP Bima, Pimpinan Prodi dan Unit selingkungan STKIP PGRI Sumatera Barat serta Mahasiswa Program Permata.

Berikut video-video disaat mahasiswa STKIP BIMA menyampaikan ucapan terimakasih dan ucapan perpisahan.

Bazar Makanan Khas Bima

STKIP Bima menggelar bazar makanan khas Bima di pelataran Museum ASI Mbojo saat seminar nasional Jejak Sang Bima dan Majapahit, Kamis (25/1).

Selaku Koordinator Bazar bapak Ahmad Sandi, M.Si menyampaikan, makanan khas Bima yang dibazar merupakan hasil kerajinan tangan mahasiswa STKIP Bima, lewat bimbingan dosen-dosen di kampus setempat.

Jadi STKIP Bima tidak hanya mencetak calon guru hebat, namun juga calon enterpreneur kuliner,

Makanan Khas Bima pula tidak luput dari pandangan Hj. Indah Dhamayanti Putri selaku Bupati Bima

 

Prodi Biologi STKIP Bima “Goes To Satonda Island”

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima kembali memberikan konstribusi positif kepada masyarakat di Kecamatan Tambora melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dirangkaikan dengan kegiatan penelitian. Acara tersebut dirangkum dalam kegiatan Biology Goes to Satonda Island yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 20-21 Januari 2018. Dr. Amran Amir, M.Pd selaku ketua STKIP Bima dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Penelitian dan Pengabdian. Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat Kec. Tambora.

Hal ini terlihat dari antusiasme warga  yang menghadiri acara penyuluhan pemanfaatan tanaman sebagai obat keluarga dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. “kami sangat welcome dengan adanya kegiatan-kegiatan yang memberikan nilai positif bagi masyarakat,. Sehingga kami membuka diri untuk berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan potensi daerah dan warga sekita masyarakat kecamatan tambura” kata tutur cama Tambora, Drs. Israf. Dukungan penuh juga diberikan oleh UPTD Puskesmas Tambora dan UPTD Dinas Perkebunan Kecamatan Tambora.

Melihat banyaknya ternak dan luasnya pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal di Kecamatan Tambora, urgensi kegiatan ini guna mengoptimalkan potensi daerah agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, mengurangi resiko penyebaran penyakit, serta membudidayakan pemanfaatan obat herbal dalam keluarga. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari STKIP Bima yang diwakili oleh Bapak Muh. Nasir, M.Pd dan Ibu Nurfathurrahmah, M.Pd serta dari UPTD Puskesmas Tambora oleh Bapak Muhammad Idris, S.Kep.Ners.

Setelah rangkaian acara penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan survey dan pengambilan sampel di wilayah situs Geologi Pulau Satonda yang meliputi penelitian terkait keanekaragaman tanaman dan serangga serta kondisi air Danau Satonda. Penelitian ini dimaksudkan agar keragaman spesies yang ada di Pulau Satonda dapat dijadikan sebagai salah satu daerah ekowisata  dan terekspos oleh masyarakat sehingga nantinya mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Pulau Satonda.

Selain dari itu, kegiatan di atas bertujuan untuk mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam mempromosikan Gunung Tambora yang baru-baru ini diresmikan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNPI) sebagai situs Gopark Nasinal. Dengan ditetapkannya Gunung Tambora sebagai situs Geopark, maka kawasan geografis dimana situs-situs warisan geologis menjadi bagian dari konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan secara holistik. Penetapan Geopark Nasional Gunung Tambora diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menumbuhkan embrio ekonomi lokal melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kegiatan ecotourism dan agrowisata.

Muh. Nasir selaku ketua rombongan Biology Goes to Satonda Island mengatakan “kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin Prodgram Stusi Pendidikan STKIP BIma dalam mendukung pelestarian SDA dan lingkungan serta sebagai implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi. InsyaaAllah kegiatan selanjutnya akan kami laksanakan di Bajo Pulo”

Rekam Jejak Mahasiswa Program Permata di STKIP PGRI Sumatera Barat

PERMATA “pertukaran mahasiswa tanah air nusantara” yaitu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa di seluruh tanah air untuk mengikuti perkuliahan yg relevan di perguruan tinggi lainnya di seluruh wilayah nusantara, dalam kegiatan akademik dan kegiatan non akademik sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan permata diperoleh melalui tahapan seleksi yang dilaksanakan oleh setiap kampus pengirim dan dinyatakan sehat secara medis melalui surat keterangan dari dokter.

Kegiatan PERMATA dilaksanakan selama 6 bulan. Mahasiswa yang dinyatakan lulus kegiatan PERMATA memilih STKIP PGRI Sumbar menjadi kampus tujuan mereka. Mahasiswa tersebut berasal dari STKIP Bima NTB dengan jumlah 3 orang dengan prodi tujuan mereka Prodi Pendidikan Biologi, Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Fisika.

Mereka berangkat dari Bima tanggal 10 September 2017 dan sampai di kota Padang pada tanggal 11 September 2017. Mahasiswa PERMATA disambut oleh wakil ketua bidang kemahasiswaan,alumni dan kerjasama Bapak Jarudin, MA, Ph.D. ketua prodi P.Biologi ibu Siska Nerita dan ketua prodi P.Sosiologi ibu Dr. Maihasni, M.Si. selanjutnya serah terima mahasiswa PERMATA sekaligus penandatanganan MoU antara STKIP PGRI Sumatera Barat dengan STKIP Bima NTB oleh Bapak Dr. Amran Amir dengan Bapak Drs. Dasrizal, M.P dengan disaksikan oleh ketua dan sekretaris program studi yang dituju mahasiswa PERMATA.

Program pembelajaran yang mereka ikuti ada 2 yaitu:

  1. Kegiatan akademis
    Mata kuliah yang diikuti selama menjadi mahasiswa PERMATA sebanyak 5 mata kuliah dengan 15 sks sesuai dengan ketentuan Kemenristek Dikti.
  2. Kegiatan Non Akademik
    Kegiatan non akademik yang diikuti selama di STKIP PGRI Sumbar terdiri dari kegiatan yang diadakan dikampus dan kegiatan di luar kampus seperti belajar mengenal budaya yang ada di sekitar Sumatera Barat dan mengunjungi tempat wisata budaya daerah di Sumatera Barat.
    Kegiatan yang telah mereka ikuti:
    1. Mengunjungi lubang jepang bukittinggi, ngarai sianok, jam gadang
    2. Pembersihan pantai padang
    3. Workshop pelatihan dan pengembangan kreativitas menulis mahasiswa
    4. Mengikuti kuliah umum
    5. Kegiatan senam rutin STKIP PGRI Sumatera Barat
    6. Kegiatan wisuda sarjana
    7. Kegiatan cross mind to the future perkembangan geografi Asia Tenggara di Prodi P. Geografi Keakraban Mahasiswa Baru

Kegiatan-kegitan tersebut mereka ikuti dengan sangat antusias. Program PERMATA ini berakhir akhir januari 2018. Tanggal 31 Januari 2018 mahasiswa program PERMATA kembali ke kampus mereka yaitu STKIP Bima NTB.

Pameran Kearifan Lokal & Bazar

Prodi Biologi STKIP Gelar Pameran Pangan dan Kewirausahaan

Progam Studi Biologi STKIP Bima mengadakan kegiatan pameran pangan lokal dan kewirausahaan, Jum’at 13/1 kemarin. Kegiatan diadakan di aula kampus setempat diinisiasi dosen pembimbing, mahasiswa semester 3 dan semester 7. Dalam ini beranekaragam hasil olahan pangan lokal dan kerajinan tangan dari sampah dipamerkan.

“Sebagian kelompok ada yang memamerkan foto kondisi lingkungan di Kota Bima, ada yang mengolah sampah dan membuat kerajinan tangan dari limbah,” jelas Ariansyah yang juga Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan ini.Ketua Panitia Kegiatan, Ariansyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan aplikasi mata kuliah akhir pengetahuan lingkungan dan kewirausahaan. Tujuan kegiatan, yakni mengembangkan kreativitas mahasiswa untuk mengolah pangan lokal dan sampah bekas menjadi produk bernilai ekonomis.

Sementara untuk kuliner kata dia, difokuskan semua bahan pangan lokal. Dalam hal ini, mahasiswa dituntut bisa memanfaatkan pangan lokal tersebut menjadi kue dan olahan makanan bermutu lainnya.

Diharapkannya, dari kegiatan yang digelar mahasiswa tidak sekedar tahu tapi memahami arti pentingnya menjaga dan menata lingkungan. Serta menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar mau membuka lapangan pekerjaan mereka sendiri disamping menjadi guru.

“Bahkan ke depan kita ingin kegiatan ini dalam bentuk expo secara terbuka dengan menghadirkan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya,’’ kata dia.Ketua Program Studi Biologi, Erni Suryani menjelaskan, meski sempat ditunda karena musibah banjir di Kota Bima, tapi dirinya bersyukur kegiatan tetap terlaksana. Rencananya pameran perdana di STKIP Bima tersebut akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Tidak hanya melibatkan pihak internal kampus, tapi juga pihak eksternal. Seperti UKM dari kampus lainnya di Bima.

Selain sebagai aplikasi mata kuliah tambahnya, tujuan kegiatan adalah ingin mengembangkan UKM. Apalagi, salah satu misi kampus adalah memberdayakan mahasiswa supaya mereka bisa mandiri. Disamping menjadi guru, alumni bisa punya usaha sendiri dengan bekal mengolah pangan lokal dan kerajinan limbah lingkungan.

Mahasiswa Prodi Biologi, Susan menilai, kegiatan tersebut sangat positif ini karena dapat mengangkat nilai jual pangan lokal kita. Seperti labu, biasanya selama ini hanya digunakan untuk sayuran saja. Tapi sekarang bisa mengolahnya menjadi puding labu sehingga menjadi produk bernilai ekonomis.

“Singkong juga begitu, kita buat jadi kue lapis pelangi. Gizinya tidak kalah dengan kue lainnya,” kata dia.

Hal senada disampaikan Marisa, Mahasiswa Semester 7 Prodi Biologi ini sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dapat mendorong kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

“Harapan kami kegiatan ini bisa mengempanyekan pemanfaatan sampah lingkungan. Sampah yang masih bisa diolah dapat dirubah menjadi produk bernilai ekonomis,” ujarnya.