STKIP BIMA Mendapatkan Program Hibah Pengembangan Kampung Tenun “Nari-Nari” di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima

STKIP Bima menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi se Provinsi NTB yang mendapatkan Program Hibah Pengabdian Masyarakat dengan Skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD).
Dimana Tema yang diajukan dan lolos yaitu Pengembangan Kampung Tenun “Nari-Nari” di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima Sebagai Sentra Produksi Kain Tenun Bima Kualitas Ekspor. Program tersebut dilaksanakan oleh dosen beserta kelompok mitra dan tentunya melibatkan mahasiswa, dimana dosen yang terlibat merupakan Tim Pelaksana yang di Ketuai oleh Ibu Agrippina Wiraningtyas, M.Sc (Prodi Pendidikan Kimia) dan beranggotakan Bpk Ruslan, M.Sc (Prodi Pendidikan Kimia), Bpk Muh. Nasir, S.P, M.Pd (Prodi Pendidikan Biologi), serta Bpk Ahmad Sandi, SE, M.Si (Prodi Pendidikan Ekonomi). Sedangkan Kelompok mitra disini merupakan Pengrajin Tenun di Raba Dompu Timur yang tergabung dalam Kelompok Koperasi Wanita “Nari-Nari”. Pada Program kegitan PPPUD ini diharapkan produl lokal Bima berupa Tenun Bima dapat menjadi produk unggulan daerah yang berdaya saing dan mampu menembus pasaran global sebagai produk lokal yang memiliki nilai estetika dan budaya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama pengrajin tenun dan memperkenalkan daerah Bima dengan produk unggulan lokalnya.

Kelompok Mitra didampingi Tim Pelaksana PPPUD pada hari rabu dan kamis yaitu tanggal 13-14 Agustus 2019 telah melaksanakan kegitan Pembuatan zat warna Alam dan Pelatihan menjahit, kegiatan tersebut dibuka secara simbolis oleh Ketua Program PPPUD Ibu Agrippina Wiraningtyas, M.Sc dan Ketua Kopwan “Nari-Nari” Ibu Sumarni. Dan dilanjutkan dengan pemberian bantuan peralatan menjahit, obras dan peralatan pembuatan zat warna alam secara simbolis.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini mendapat respon yang sangat positif dari para peserta, dimana seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan baik pembuatan pewarnaan alam dan menjahit.

Selain kegiatan tersebuat, sebelumnya telah dilakukan kegiatan covering yang telah dilakukan oleh Tim Pelaksana beserta anggotan Mitra dengan menggandeng tutor yang membimbing dan memberi arahan dalam kegitan tersebut, sehingga menghasilkan beberapa produk fashion tenun yang kemudian dipamerkan dalam kegitan pameran yang diadakan oleh koperindag diawal bulan Agustus kemarin bertempat di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima. Dan tentunya kegiatan Program PPPUD STKIP Bima ini belum selesai, karena produk benang hasil pewarnaan alam dari pelatihan pembuatan pewarna alam tadi akan ditenun untuk menghasilkan produk tenun yang memiliki nilai estetika dan budaya sehingga dapat mimiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai produk ekspor.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

STKIP BIMA Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Dalam Rangka Program Hibah PDS

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima mengadakan kegiatan workshop penyusunan perangkat pembelajaran dalam rangka persiapan pelaksanaan program hibah Penugasan Dosen di Sekolah (PDS), Jum’at (19/07/2019).

Ketua Tim PDS, Erni Suryani, M.Pd dalam laporannya menyampaikan, bahwa program PDS ini merupakan Program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). “Sebelum workshop diadakan, pihak Kemenristekdikti telah melakukan sosialisasi yang diwakili oleh Dr. Nuril Furkan, M.Pd pada tanggal 21 Juni 2019 di STKIP Bima,”terangnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas ketua STKIP Bima, Drs. Nehru, M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan workshop merupakan salah satu rangkaian persiapan bagi dosen dan guru sebelum melaksanakan program PDS. “Setiap memulai kegiatan pembelajaran, dosen maupun guru harus menyusun perangkat pembelajaran,” ungkapnya. Wakil ketua II STKIP Bima tersebut menegaskan, bahwa kualitas STKIP Bima baik dalam pelaksanaan pembelajaran, sarana dan prasarana maupun dalam memperoleh dana hibah dari Kemenristekdikti tidak kalah dengan kampus lain yang ada di NTB. Kepala Dinas Pendididikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima, Dr. Syamsuddin yang sekaligus membuka workshop tersebut mengapresiasi yang tinggi kepada pihak STKIP Bima atas kesuksesannya memperoleh hibah PDS di tengah persaingan dengan PT lain yang ada di Indonesia pada umumnya dan NTB khususnya.

“Selamat kepada STKIP Bima, mendapatkan Hibah kompetitif itu tidak gampang, karena banyak persaingan,”ungkap Syamsuddin. kegiatan yang dilaksanakan di ruang laboratorium micro teacing tersebut berlangsung selama dua hari, dan diikuti oleh Dosen STKIP Bima dan guru-guru pada tiga sekolah di Kota Bima yang menjadi mitra program PDS, yaitu SMA Negeri 3 Kota Bima, SMP Negeri 1 Kota dan SMKN PP Kota Bima.

Pendidikan fisika STKIP BIMA Ikut Partisipasi Lomba TTG Sepropinsi NTB

Pemerintah Nusa Tenggara barat mengadakan lomba TTG (Teknologi Tepat Guna) di Selong Kab. Lombok Timur. ini merupaka ajang TTG ke 17 yang diselenggarakan oleh pemerintah NTB.
Dalam sambutan wakil Gubernur NTB, ini merupakan momen untuk menarik potensi-potensi masyarakat NTB yang kreatif dan inovatif, supaya mampu menghasilkan produk yang sederhana terjangkau dan bermanfaat untuk masyarakat umum.
Diantaranya Prodi Fisika STKIP Bima melalui seleksi se Kota Bima di bulan mei lalu, ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut dengan TTG sepropinsi NTB tersebut menyumbang sebuah karya yaitu “Energi listrik alternatif, memanfaatkan Generator pembangkit listrik yang dirakit dari bahan sederhana seperti sambungan pipa PVC, baut sebagai dudukan kumparan, magnet, baterai copotan laptop yang rusak sebagai bank daya, dan alat bahan lainnya kemudian di rancang sesederhana mungkin dengan harapan mudah ditiru dan digunakan oleh masyarakat awam. Meskipun bentuknya prototype, output listriknya tidak kalah dengan generator pabrikan yang lebih mahal. Pada umumnya generator pembangkit listrik biasanya dimanfaatkan dengan menggunakan tenaga angin, air, diesel sebagai energi mekanik nya, namun energi listrik yang dirancang (inovasi) Muhammad Subhan, memanfaatkan tegangan 6 Volt 0,5 Amp dari baterai untuk starter motor penggerak dan Output dari Generator rakitan mencapai 40 V 2 A pada low RPM, pada RPM tinggi bisa mencapai hingga (-+) 100 V hingga 3 A yang akan mengecas kembali baterai sebagai bank arus dan tegangan. Inovasi ini dirancang agar terhindar dari pemakaian BBM fosil yang diprediksi akan punah ratusan tahun kemudian. selain itu alasannya adalah semakin langkanya BBM, juga supaya lebih efisien penggunaan dan bisa di bawa kemana dan lebih ringan di bandingkan dengan genset, kincir angin dan tenaga air. Di sisi kekurangannya tentu inovasi ini tidak berhenti di sini, akan terus dikembangkan supaya tidak lagi menggunakan tenaga listrik sebagai starter. Rencana ke depan adalah mencoba melakukan inovasi dengan menggunakan tenaga gaya tolak menolak magnet sebagai Energi mekanik nya dan menambah beban pada roda gila sehingga tidak mengganggu daya listrik yang akan dihasilkan oleh generator pembangkit supaya output nya lebih maksimal. ini merupakan langkah awal dari inovasi selanjutnya ke depan. Harapan kepada pemerintah pada umumnya dan pemkot Bima pada khususnya ke depan bisa membuka ruang inovasi bagi dunia kampus khususnya jadi ladang kerja sama dalam hal pengembangan teknologi-teknologi terbaru yang sangat sesederhana yang tepat dan mudah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat umumnya.

Selanjutnya tahun depan direncanakan menjadi tuan rumah adalah KOTA BIMA, mudahan Kota Bima mampu memberikan sumbangan yang luar biasa dan lebih banyak lagi untuk tahun depan sebagai Tuan Rumah.

DOSEN STKIP BIMA MELAKSANAKAN KEGIATAN PENELITIAN DI 9 PROVINSI

Kegiatan penelitian merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tanda perguran tinggi itu sehat ketika civitas akademikanya senantiasa melakukan aktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengajaran. Dosen STKIP Bima setiap tahunnya mendapatkan hibah penelitian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kementristek-Dikti).

Pada tahun ini (2019) salah satu hibah penelitian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kementristek-Dikti) yang berhasil diperoleh Dosen STKIP Bima yaitu pada skim Penelitian Strategis Nasional Institusi (PSNI) dengan judul penelitian “Pengembangan Model Pembelajaran Berkarakter Berorientasi Education for Sustainable Development (ESD) untuk Membentuk Genereasi Emas yang Berkarakter dan Berwawasan Berkelanjutan” Adapun Dosen STKIP Bima yang mendapatkan Hibah Penelitian tersebut yaitu (1) Dr. Amran Amir, M.Pd, (2) Dr. Ismail Yasin, M.Si, (3) Magfirah Perkasa, M.Pd dan Muhammad Satriawan, M.Pd.

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kekhawatiran dan keresahan dosen STKIP Bima terhadap karakter dan moral generasi bangsa yang kian mengalami degradasi. Selaras dengan pernyataan Ketua STKIP Bima sekaligus Ketua Tim Peneliti, Bapak Dr. Amran Amir, M.Pd yang menyatakan “Kian hari kita perhatikan generasi kita mengalami degradasi karakter dan moral, yang muda tidak lagi menghormati yang tua, minim toleransi, buang sampah sembarangan dan merusak lingkungan. Ini harus kita benahi bersama, walaupun kami sadar karakter itu tidak bisa dirubah dalam waktu singkat tapi dengan adanya model pembelajaran ini bisa membantu para guru di sekolah”.

Menurut salah satu anggota tim peneliti, Ibu Magfirah Perkasa, M.Pd, bahwa penelitian tersebut dibagi menjadi 2 tahapan. Tahap pertama dilakukan pengembangan model dan perangkat pembelajaran model berkarakter berorientasi education for sustainable development (ESD) yang diberi nama Model Karakter ESD. Setelah itu divalidasi oleh 3 orang ahli yakni Profesor dari Universitas Negeri Makassar (UNM), lalu diujicobakan di beberapa sekolah se-provinsi Nusa Tenggara Barat. Tahapan itu telah dilaksanakan pada tahun 2018. Sedangkan pada tahap kedua dilakukan penyebaran Model Karakter ESD di 9 provinsi yang ada di Indonesia yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, Bali, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Lampung. Tahapan ini dilakukan pada tahun 2019 ini.

“Kami telah melakukan penyebaran Model Karakter ESD dan bermitra dengan guru-guru di 9 sekolah yang ada di 9 Provinsi di Indonesia. Alhamdulillah. Pihak sekolah merasa senang dengan adanya model dan perangkat pembelajaran baru hasil karya dosen STKIP Bima” Ujar Ibu Magfirah Perkasa, M.Pd.

Pelaksanaan penelitian ini dapat terlaksana dengan baik juga dibantu atas keterlibatan dosen pelaksana yang terdiri dari 3 orang dosen STKIP Bima yaitu Bapak Muhammad Irwansyah, M.Pd, Ibu Nurfidianty Annafi, M.Pd dan Ibu Khaerunnisa, M.Cs. Selain itu juga dibantu oleh 2 orang dosen luar STKIP Bima yaitu Bapak Dhidi Erwanto, M.Pd (Universitas Sembilan Belas November Kolaka), dan Bapak Jaharuddin, M.Pd (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.