Pendidikan fisika STKIP BIMA Ikut Partisipasi Lomba TTG Sepropinsi NTB

Pemerintah Nusa Tenggara barat mengadakan lomba TTG (Teknologi Tepat Guna) di Selong Kab. Lombok Timur. ini merupaka ajang TTG ke 17 yang diselenggarakan oleh pemerintah NTB.
Dalam sambutan wakil Gubernur NTB, ini merupakan momen untuk menarik potensi-potensi masyarakat NTB yang kreatif dan inovatif, supaya mampu menghasilkan produk yang sederhana terjangkau dan bermanfaat untuk masyarakat umum.
Diantaranya Prodi Fisika STKIP Bima melalui seleksi se Kota Bima di bulan mei lalu, ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut dengan TTG sepropinsi NTB tersebut menyumbang sebuah karya yaitu “Energi listrik alternatif, memanfaatkan Generator pembangkit listrik yang dirakit dari bahan sederhana seperti sambungan pipa PVC, baut sebagai dudukan kumparan, magnet, baterai copotan laptop yang rusak sebagai bank daya, dan alat bahan lainnya kemudian di rancang sesederhana mungkin dengan harapan mudah ditiru dan digunakan oleh masyarakat awam. Meskipun bentuknya prototype, output listriknya tidak kalah dengan generator pabrikan yang lebih mahal. Pada umumnya generator pembangkit listrik biasanya dimanfaatkan dengan menggunakan tenaga angin, air, diesel sebagai energi mekanik nya, namun energi listrik yang dirancang (inovasi) Muhammad Subhan, memanfaatkan tegangan 6 Volt 0,5 Amp dari baterai untuk starter motor penggerak dan Output dari Generator rakitan mencapai 40 V 2 A pada low RPM, pada RPM tinggi bisa mencapai hingga (-+) 100 V hingga 3 A yang akan mengecas kembali baterai sebagai bank arus dan tegangan. Inovasi ini dirancang agar terhindar dari pemakaian BBM fosil yang diprediksi akan punah ratusan tahun kemudian. selain itu alasannya adalah semakin langkanya BBM, juga supaya lebih efisien penggunaan dan bisa di bawa kemana dan lebih ringan di bandingkan dengan genset, kincir angin dan tenaga air. Di sisi kekurangannya tentu inovasi ini tidak berhenti di sini, akan terus dikembangkan supaya tidak lagi menggunakan tenaga listrik sebagai starter. Rencana ke depan adalah mencoba melakukan inovasi dengan menggunakan tenaga gaya tolak menolak magnet sebagai Energi mekanik nya dan menambah beban pada roda gila sehingga tidak mengganggu daya listrik yang akan dihasilkan oleh generator pembangkit supaya output nya lebih maksimal. ini merupakan langkah awal dari inovasi selanjutnya ke depan. Harapan kepada pemerintah pada umumnya dan pemkot Bima pada khususnya ke depan bisa membuka ruang inovasi bagi dunia kampus khususnya jadi ladang kerja sama dalam hal pengembangan teknologi-teknologi terbaru yang sangat sesederhana yang tepat dan mudah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat umumnya.

Selanjutnya tahun depan direncanakan menjadi tuan rumah adalah KOTA BIMA, mudahan Kota Bima mampu memberikan sumbangan yang luar biasa dan lebih banyak lagi untuk tahun depan sebagai Tuan Rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *