HMPS Pendidikan Kimia Gelar Pelatihan Tata Cara Penyusunan Proposal PKM & PHBD

Bidang Riset dan Penelitian Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia (HMPS-PK) STKIP BIMA mengadakan Kegiatan Pelatihan tatacara penyusunan Proposal PKM dan PHBD, Jumat 9 November 2018. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Hibah Bina Desa (PHBD) merupakan beberapa program tingkat nasional yang rutin diikuti oleh mahasiswa STKIP Bima tiap tahunnya.

Kegiatan yang diadakan di laboratorium kimia itu dihadiri oleh 35 peserta dari beberapa program studi yang ada di STKIP BIMA. Hadir sebagai Narasumber yaitu Ibu Magfirah Perkasa, M.Pd, salah seorang dosen Prodi Pendidikan Kimia yang memberikan motivasi untuk semangat berkompetisi dan memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang cara penyusunan proposal PKM & PHBD.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mendorong motivasi mahasiswa untuk berperan aktif dalam kompetisi nasional dan membekali mahasiswa tentang tata cara penyusunan yang baik sehingga dapat meningkatkan kualitas penulisan proposal program kreativitas mahasiswa (PKM) dan Program Hibah Bina Desa (PHBD).

Ketua Bidang Riset dan penelitian, Purwati, mengaku sangat senang karena kegiatan ini disambut positif dan mahasiswa sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Lebih lanjut, Ketua HMPS-PK, Busran berharap semoga kegiatan ini bisa membuka pola pikir mahasiswa & mau meningkatkan semangat berkompetisi serta meningkatkan kemampuan penyusunan proposal PKM dan PHBD yang akan dibuat nantinya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP BIMA BERIKAN PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA DI SMAN 1 LANGGUDU

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bima memberikan Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba di SMA Negeri 1 Langgudu Kabupaten Bima. Kegiatan yang di helat pada Sabtu (10/11) tersebut menghadirkan seluruh siswa dan guru-guru. Antusias dan semangat siswa mengikuti kegiatan menjadi bagian dari kesadaran mereka akan pentingnya kegiatan tersebut. Dalam pengantarnya, ketua program studi pendidikan matematika STKIP Bima, Edi Mulyadin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan ikut andil dan mengambil bagian dalam mengantisipasi terjadinya perilaku menyimpang di kalangan remaja, khususnya penyalahgunaan Narkoba. Bagaimanapun siswa-siswi adalah tumpuan dan harapan bangsa di masa depan, sehingga harus benar-benar terhindar dari ancaman narkoba. Ia menambahkan bahwa kegiatan penyuluhan narkoba tersebut sebagai tindak lanjut kesepakatan kerjasama Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bima dengan SMAN 1 Langgudu yang berlaku selama kurun waktu 3 tahun kedepan, “Kegiatan penyuluhan narkoba ini merupakan kegiatan awal yang kami programkan, kedepannya akan ada banyak kegiatan-kegiatan yang lain, baik yang berkaitan dengan pembinaan siswa maupun penguatan kompetensi guru”.

Sementara itu, kepala SMA Negeri 1 Langgudu, Bapak Muhammad Yani, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan bahaya narkoba sangat penting diberikan kepada siswa mengingat wilayah kecamatan Langgudu cukup rawan menjadi tempat peredaran narkoba. Kehadiran dosen-dosen program studi pendidikan matematika STKIP Bima sangat membantu pihak sekolah dalam memberikan pembinaan dan pengarahan kepada siswa, khususnya yang berkaitan dengan bahaya narkoba. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, maka dapat menjadi gambaran bagi peserta didik betapa bahaya narkoba dapat mengancam kesehatan bagi yang menyalahgunakan nya baik secara psikis maupun secara mental. “Kami menyambut baik semangat pengabdian yang ditunjukan oleh Bapak Ibu Dosen pada sekolah kami, untuk itu kami sampaikan ucapan terimakasih”, tambahnya.

Ancaman narkoba hampir menggerogoti setiap lapisan masyarakat, tidak mengenal yang tua, muda, bahkan anak-anak juga menjadi target peredaran narkoba. Khusus bagi kalangan remaja harus benar-benar di godok dengan pemahaman yang utuh agar tau dan mengerti dampak buruk yang bisa ditimbulkan, lebih-lebih remaja adalah mereka yang sedang berada dalam proses menjadi (becoming) sehingga rentan terjebak pada keinginan mencoba dan menyahgunakan narkoba. Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut, Bapak Saifullah, M.Pd mengatakan bahwa saat ini perilaku hura-hura dan gaya hedonis yang ditampakkan oleh kalangan remaja menjadi persoalan mendesak yang mengancam eksistensinya. Itu adalah hal umum yang terjadi, namun bukan berarti siswa-siswa yang ada di sekolah ini bermasalah, saya memberikan gambarannya sehingga pembinaan semacam ini diperlukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, pada materinya, Andang, M.Pd menyebutkan bahwa menyalahgunakan narkoba hanya akan mengantarkan kehidupan seseorang lebih dekat pada lonceng kematiannya. Ia mengatakan bahwa dalam satu pil tramadol yang dikonsumsi seseorang akan dapat membunuh ratusan bahkan ribuan saraf otak, benih-benih cerdas yang ada dalam pikirannya akan terkubur mati dengan sendirinya. Keinginan untuk mewujudkan cita-cita dan menjadi orang sukses bisa menjadi pupus dan hilang harapan. Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa narkoba harus benar-benar dihindari. Disamping itu, sebagai dampak dari penyalahgunaan narkoba, maka akan menjadikan penggunannya tidak memiliki semangat hidup, emosional dan cenderung kasar, menimbulkan gangguan jiwa, TBC, Hepatitis, bahkan HIV/AIDS. Untuk menaggulangi terjadinya penyalahgunaan narkoba, ia menyarankan agar pihak sekolah perlu melakukan beberapa hal, diantaranya membentuk Satgas Anti Narkoba di sekolah, menciptakan lingkungan bersih narkoba, melaporkan bila ada peredaran narkoba di sekolah, menyampaikan pesan-pesan anti narkoba dalam setiap pertemuan atau kegiatan, dan membantu siswa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

HMPS-PS STKIP BIMA Galang Bantuan Untuk Korban Tsunami Palu

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi (HMPS-PS) Melakukan Kegiatan Penggalangan Dana untuk korban bencana Alam Tsunami di PALU SULAWESI TENGAH yang dilakukan oleh bidang KEROHANIAN HMPS-PS STKIP BIMA, kegiatan yang berlangsung dalam kurun waktu 3 hari dan mampu mengumpulkan Dana sebesar Rp. 7.500.000,00, alhamdulillah kegiatan ini sukses sampai pada titik pengiriman oleh pengurus HMPS-PS STKIP BIMA dan diterima oleh pengurus HIMASOGI di PALU.

 

HMPS-PK Adakan Kegiatan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM)

Mahasiswa merupakan inti kekuatan pembaharuan dalam masyarakat (social force), karena mahasiswa merupakan kelompok elit masyarakat yang harus bisa menjadi agen-agen perubahan (agent of change) untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

Mengingat peran vital dan tanggung jawab yang diemban mahasiswa, maka perlu adanya proses pembelajaran dan kaderisasi dalam dunia kemahasiswaan, yaitu dengan membentuk karakter-karakter mahasiswa khususnya mahasiswa sains yang bertanggung jawab, progresif, kreatif, inovatif dan professional, sebagai human resources investment yang akan menerima tongkat kepemimpinan dimasa yang akan datang.

Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berorientasi pada pengembangan diri bagi seluruh mahasiswa kimia dalam menjawab tantangan sumber daya manusia (SDM).

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia (HMPS-PK) merupakan satu-satunya organisasi tingkat program studi pendidikan kimia STKIP Bima yang menaungi seluruh mahasiswa kimia dan  yang berusaha untuk memfasilitasi mahasiswa di lingkungan jurusan kimia guna mengembangkan kreatifitasnya dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan karakter-karakter mahasiswa yang ideal. Sehingga melalui kegiatan LKMM  ini,diharapkan dapat menciptakan kader HMPS-PK yang memiliki kemampuan analisa lebih tajam, dan kesadaran kritis dalam rangka membangun bangsa Indonesia yang bermartabat.

 

Dokumentasi pada saat penyampaian materi dalam ruangan:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PRODI. KIMIA STKIP BIMA Produksi Garam Beryodium Melalui Solartermal Salt House (STSH)

Produksi garam beryodium di tingkat petani saat ini masih sangat jarang dilakukan. Padahal garam yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai garam konsumsi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu mengandung yodium sekitar 30-80 ppm. Berbagai usaha yang dilakukan untuk mencukupi kebutuhan yodium dalam garam yaitu dengan menambahkan larutan Kalium Iodida (KIO3) pada butiran garam atau dalam larutan garam. Produksi pembuatan garam beryodium selama ini hanya dilakukan oleh perusahaan garam menggunakan teknologi mesin sehingga biaya produksinya mahal. Selain itu, produksi garam beryodium juga dilakukan dengan proses rekristalisasi garam melalui pemanasan menggunakan tungku api sehingga membutuhkan biaya produksi yang lebih besar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim Dosen dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STKIP Bima telah melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Tim Dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini adalah Agripina Wiraningtyas, M.Sc dari Prodi Pendidikan Kimia selaku ketua pelaksana, Ruslan, M.Sc dari Prodi Pendidikan Kimia (anggota) dan Ahmad Sandi, M,Si dari Prodi Pendidikan Ekonomi (anggota). Program kemitraan masyarakat (PKM) ini merupakan hibah pengabdian pada mayarakat dari Kemenristekdikti tahun anggaran 2018.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memproduksi garam beryodium melalui inovasi Solartermal Salt House dalam meningkatkan produksi dan produktivitas lahan tambak garam dengan biaya murah dan berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu pada teknik kristalisasi garam dihasilkan garam berukuran kecil kemudian dicuci dengan brine untuk menghilangkan pengotor sehingga diperoleh kristal garam yang putih mengkilat. Kristal yang diperoleh selanjutnya dikeringkan dalam solar termal salt house (STSH) agar terlindung dari dari polusi dan partikel debu. Kristal garam yang telah kering kemudian disortir menggunakan penyaring untuk mendapat ukuran kristal yang seragam dan tahap berikutnya adalah iodisasi dan pengemasan. Garam beryodium yang telah dikemas selanjutnya dijual dengan harga Rp. 1.000,00 perbungkus dengan berat 250 gram. Berdasarkan hasil perhitungan, bahwa hasil penjualan garam beryodium sebanyak 1 karung atau seberat 50 kg yaitu sebesar Rp. 186.876 sedangkan harga penjualan garam kasar sebanyak 50 kg atau 1 karung yaitu seharga Rp. 50.000, sehingga keuntungan yang diperoleh petani garam apabila memproduksi garam beryodium akan terjadi peningkatan sebesar 400%.