BULLYING DAN HATE SPEECH PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM LINGKUNGAN SOSIAL (STUDI KASUS KELUARGA ABK KECAMATAN LANGGUDU)

  • Ida Waluyati Dosen Prodi Pendidikan Sosiologi STKIP Bima
  • Nurhidayatika Nurhidayatika Dosen Prodi Pendidikan Biologi STKIP Bima
  • Nurhijriah Nurhijriah Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima
Keywords: Bullying, Hate Speech, ABK

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus rentan mendapatkan Bullying dan Hate Speech pada saat berada di lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bullying dan Hate Speech pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada rentan umur 9-13 tahun. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan interview langsung dengan partisipan dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel pada populasi tersebut yaitu purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai yang dikehendaki peneliti. Kemudian data dianalisis untuk menghasilkan suatu temuan. Hasil peneilitian diketahui (1) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) jenis tunawicara masih rentan dibully, apalagi bullying yang dilakukan berupa bullying fisik yang paling tampak dan paling dapat diidentifikasi dibandingkan perundungan laiinya, (2) Anak normal bisa menjadi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) apabila sering mendapatkan hate speech dari orang-orang di sekitarnya, (3) Pengabaian atau pengecualian yang dilakukan oleh orang tua sudah termasuk dalam membully karena pengecualian yang orang tua lakukan terhadap ABK dapat mengasingkan anak, hal tersebut memicu kehilangan rasa percaya diri seorang anak (4) Bullying yang didapatkan oleh ABK jenis dileksia merupakan bullying verbal, dimana penindasan dan perundungan yang dilakukan menggunakan bahasa atau secara verbal, bukan hanya bullying yang diperoleh oleh ABK tersebut, tetapi juga hate speech berupa perlakuan diskriminasi dari teman sebayanya.

Author Biography

References

Ariesto, A (2009). Pelaksanaan Program Antibullying Teacher Emprowerment. Retrieved Juni 12, 2017, from http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/123656-SK%20006%2009%PelaksanaanProgramLiteratur.pdf

Astuti, (2008). Relasi Sosial Antara Anak Berkebutuhan Khusus dengan Anak Tanpa Berkebutuhan Khusus di SD Inklusi Kota Tegal. Jurnal Kajian Pendidikan dan Pendidikan Dasar. Volume 11 (6).

Coloroso, B (2007). The Bully,The Bullied, and The Bystander. New York: Springer.

Ela Z, dkk (2017). Faktor yang Mempengaruhi Remaja dalam Melakukan Bullying. Jurnal Penelitian & PPM. Volume 4 (2).

Https://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/19/21530231/tiga-pelaku-bullying-mahasiswa-di-gunadarma-diskors-12-bulan.

Ilahi, M (2013). Pendidikan Inklusif Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.

Iskandar. (2009). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Jannah, dkk (2004). Tumbuh Kembang Anak Usia Dini & Deteksi Dini Pada Anak Berkebutuhan Khusus. Surabaya: Insight Indonesia.

KBBI, (2019). Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online] Available at: https://kbbi.web.id/nilai [Diakses 20 Mei 2022]

Leden, M. (1997). Tindak Pidana Terhadap Kehormatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Masyhur, E. (1994). Dimensi Dinamika HAM dalam Hukum Nasional dan Internasional. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Moutappa, M, et al. (2004). Social Network Predictors of Bullying and Victimization. Adolescence Journal. Volume 39 No. 154.

Mu’ammar, MA (2017). Hate Speech dan Bullying Pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi Model di Kabupaten Gresik. Journal.uhamka.ac.id. volume 8 (1).

Pasal 28B dan 28 H UUD 1945 Tentang Hak Asasi Manusia.

Putranto, B. (2015). Tips Menangani Siswa yang Membutuhkan Perhatian Khusus. Yogyakarta: DIVA Press.

Rahardjo, S dan Guadnanto. (2011). Pemahaman Individu Tekhnik Non Tes. FKIP BK UMK. (Bahan Kuliah).

Ratnasari, dkk (2013). Gambaran pola Asuh Orang Tua yang Memiliki Anak Autis di SLB Negeri Gedangan. Surabaya: Akper William Booth Surabaya.

Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat.

Published
2022-07-04