DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP SIKAP SOSIAL ANAK (Studi Desa karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima)

  • Nuridiatul Fitri STKIP Bima
  • ST. Nurbayan STKIP Bima
  • Syaifullah Syaifullah STKIP Bima
Keywords: Dampak, Perceraian, Sikap Sosial Anak

Abstract

Peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan mengasuh anak kearah yang lebih baik, karena menurut Sujanto (Sudarsono, 2008:125) bahwa esensi Pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua memiliki peran penting untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak dalam mendidik dan memberikan arahan yang lebih baik. Namun ketika orang tua mengalami perceraian, maka pengasuhan dan pendidikan anak lebih sering diabaikan oleh orang tua, sehingga perceraian orang tua akan berdampak banyak terhadap anak-anak dalam rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian studi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini sebanyak 8 orang yang berasal dari keluarga broken Home (bercerai), anak-anak ini rata-rata tinggal bersama ibunya, tanpa ada perhatian dari bapak, penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk memudahkan pengambilan data, digunakan pula intstrumen penelitian, lalu analisis data digunakan display data, ferifikasi data, uji keabsahan data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa sikap sosial anak dari keluarga broken home atau yang bercerai di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima adalah  Rata-rata minder karena sering diberi julukan jelek oleh teman-teman, lebih cepat emosional, lebih suka diam dan bermain sendirian, kurang berprestasi, lebih banyak melamun dan sedih, selalu berprasangka tidak baik

References

Crossesa, T. L., & Sindarti, G. M. (2019). Gambaran Motivasi Belajar Pada Remaja Yang Mengalami Broken Home (Dampak Perceraian Orang Tua) Di SMA Laboratorium UM Kota Malang. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 8(2), 131-137.

Irfan, I., Azmin, N., & Arifuddin, A. (2022). Peranan Keluarga dalam Pendidikan Anak Pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bima. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(12), 5393-5396.

Irfan, I., & Nurfaidah, N. (2021). Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Di Masa Pandemi Covid 19 (Studi Di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima). Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 4(2), 47-54

Jenz, F., & Apsari, N. C. (2021). Dampak Perceraian Orang Tua Pada Prestasi Anak Remaja. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(1), 1-10.

Kusumawati, M. D. (2020). Dampak perceraian orang tua terhadap kondisi emosi anak usia 6-12 tahun. Jurnal edukasi nonformal, 1(1), 61-69.

Mone, H. F. (2019). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan psikososial dan prestasi belajar. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 6(2), 155-163.

Muardini, S., Azmi, A., & Fatmariza, F. (2019). Dampak Perceraian Pada Perempuan Usia Muda Di Kecamatan Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh. Journal of Civic Education, 2(1), 1-11.

Ramadhani, P. E., & Krisnani, H. (2019). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 109-119.

Rosyada, N., & Mutmaâ, S. (2019). Dampak Perceraian Terhadap Perkembangan Emosi Anak Usia 3-5 Tahun Di Yayasan Al Kautsar Sukoharjo. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, 3(2), 279-290.

Yumarni, A., & Suhartini, E. (2019). Perkawinan Bawah Umur dan Potensi Perceraian (Studi Kewenangan KUA Wilayah Kota Bogor). Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 26(1), 193-211

Published
2022-12-31