Program Studi Pendidikan sosiologi, STKIP BIMA kembali melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk Bakti Sosial, Literasi, dan Reboisasi

Prodi Pendidikan sosiologi, STKIP BIMA kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk bakti sosial, literasi, dan reboisasi pada hari Sabtu, 12 Juni 2021 di Desa Sambori, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Kegiatan ini sangat berkesan, bukan saja karena secara geografis cukup panjang dan berliku, tetapi kesejukan alam sambori ini cukup menakjubkan hati. Sambori yang dijuluki sebagai negeri diatas awan menyimpan sejuta misteri yang menyimpan rasa penasaran untuk didalami.

Selengkapnya …

KELUARGA BESAR PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING STKIP BIMA PEDULI MENYALURKAN BANTUAN PADA MASYARAKAT KORBAN BANJIR

Hujan deras dengan intensitas tinggi mulai tanggal 31 Maret – 02 April 2021 mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang merendam Kabupaten Bima , Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Jumat pagi 02 April 2021 Bendungan Pela Parado dan aliran sungai meluap menggenangi wilayah Monta, Woha, Belo dan Palibelo. Sementara dalam waktu bersamaan banjir juga menerjang wilayah Kecamatan Madapangga dan Bolo menyebabkan ribuan rumah di Enam kecamatan terendam.

Mengurangi beban warga yang terdampak banjir, (Selasa, 6 April 2021) Program Studi Bimbingan dan Konseling bekerja sama dengan Alumni, Mahasiswa dan Dosen Prodi BK serta dibantu oleh keluarga mahasiswa bahu membahu mengumpulkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, sarung sholat dan kebutuhan masyarakat untuk mencuci dan membersihkan rumah yang terendam banjir.

Sarbudin, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Prodi di BK yang telah meringankan beban keluarga, semoga menjadi ladang amal bagi kita semua dalam meraih ridho Allah SWT.

Di sela pemberian bantuan Sarbudin menyampaikan amanah keluarga besar Prodi BK kepada warga agar tabah dalam menghadapi musibah ini dan menjadi pelajaran bagi masyarakat dan Pemerintah ke depannya untuk mengembalikan fungsi hutan dan menata lingkungan secara lebih baik. Mudah-mudahan banjir kedepannya tidak terus berulang-ulang

Kepada mahasiswa yang terhimpun dalam HMJ Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima untuk terus semangat dan membangkitkan kepedulian antara sesama dan menjadikan momentum aksi kemanusiaan ini bisa mempererat hubungan baik antara alumni dan mahasiswa serta dosen untuk dapat terus bersinergi mengalang kekuatan bekerja sama dalam hal kebaikan. Ujar Ketua Prodi BK

DOSEN STKIP BIMA LULUS SELEKSI PENGAJAR PRAKTIK KEMENDIKBUD

Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan seleksi pengajar praktik atau pendamping guru penggerak angkatan ke- 2 yang dimulai pada bulan Oktober 2020 sampai dengan bulan Maret 2021. Adapun tahapan seleksi terdiri dari 3 tahapan. Tahap 1 pengisian curiculum vitae dan essai, tahap 2 simulasi mengajar dan wawancara sedangkan tahap 3 pembekalan pengajar praktik secara online selama 14 hari.

Muhammad Irwansyah, M.Pd dosen STKIP Bima termotivasi untuk mengikuti seleksi pengajar praktik yang diadakan oleh Kemendikbud tersebut. Berdasarkan pengumuman resmi dari portal guru penggerak Kemendikbud (Jum’at, 26 Maret 2021) Muhammad Irwansyah,M.Pd dinyatakan lulus. Padahal peserta yang ikut seleksi pengajar praktik sangat banyak yaitu 9.353 orang yang terdiri dari dosen/praktisi pendidikan, kepala sekolah dan pengawas pendidikan se-Indonesia. Namun yang dinyatakan lulus setelah mengikuti semua tahapan seleksi hanya 564 orang peserta.

Muhammad Irwansyah, M.Pd menyatakan pengajar praktik (pendamping) guru penggerak bertugas untuk mendampingi para guru di Indonesia sehingga kedepan lahir guru-guru kreatif serta inovatif yang mampu membawa perubahan bagi perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.

Muhammad Irwansyah, M.Pd menambahkan bagaimanapun bagusnya kurikulum pendidikan, fasilitas pendidikan ataupun sarana dan prasarana pendidikan namun apabila tidak dibarengi dengan guru yang berkualitas itu semua tidak akan ada maknanya. Oleh karena itu Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud)  mengagas program ini demi perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga kependidikan Muhammad Irwansyah, M.Pd akan ditugaskan di Provinsi NTB tepatnya di kabupaten Dompu selama 9 bulan kedepan.

PROGRAM PPUD STKIP BIMA MENGADAKAN PELATIHAN MENJAHIT PRODUK FASHION TENUN BIMA

STKIP Bima kembali memberikan konstribusi positif kepada masyarakat di Kecamatan Rabadompu Utara melalui kegiatan Pelatihan menjahit produk Fashion Tenun Bima,  kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian Masyarakaat Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) ditahun ke-2 sesuai dengan kontrak kemenristekbrin tahun 2020. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 2-4 Juli 2020. Acara pembukaan Pelatihan menjahit dihadiri oleh Tim PPPUD STKIP Bima (Agrippina Wiraningtyas, M.Sc, Ruslan, M.Sc, Muh. Nasir, M.Pd, dan Ahmad Sandi, M.Si), Ketua Kopwan Nari-Nari Sumarni.

Dalam sambutannya Ketua Tim PPPUD STKIP Bima Agrippina Wiraningtyas, M.Sc menjelaskan bahwa kegiatan Pelatihan Menjahit ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas maupun daya saing produk tenun Bima, melalui diversifikasi produk tenun sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan para penenun. dan kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang Pengabdian, diakhir sambutanya Agrippina berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelaksanaan pelatihan menjahit ini dengan baik hingga acara selesai.

Pelatihan ini menghadirkan Pemateri Ibu Mustikarahmi, S.Sos, Bu Tika begitu sapaan akrabnya merupakan salah satu orang yang telah mengantongi sertifikat menjahit dan memiliki kursus menjahit pribadi di kediaman beliau. Bu kartika telah banyak melanglang buana di dunia menjahit dan ternyata juga merupakan guru les les privat  favorit di Kota Bima. Dalam kegiatan pelatihan ini diberikan materi pembelajaran dasar, diantaranya: cara mengambil ukuran badan, cara membuat pola dasar berbagai jenis baju, praktek menjahit baju dan masker Nano.

Pelaksanaan Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari Anggota kelompok Tenun Kopwan Nari-Nari, hal ini terlihat dari antusiasme para peserta mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan Menjahit Produk Fashion Tenun. “kami sangat bersyukur dan mengpresiasi dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Tim PPPUD STKIP Bima, sehingga kami kelompok Tenun Nari-Nari membuka diri untuk berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan usaha tenun Nari-Nari Kecamatan Rabadompu Utara”  tutur Ketua Kopwan Nari-Nari Ibu Sumarni.

Melihat banyaknya hasil kain tenun yang sudah dihasilkan, maka perlu dilakukan diversivikasi produk kain tenun menjadi produk Fashion dan Masker, urgensi kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan potensi kain tenun Bima agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat Bima.

 

Dalam pelaksanaan Kegiatan ini, Tim PPPUD STKIP Bima, telah menyerahkan perangkat alat menjahit untuk peningkatan produksi Fashion Tenun Bima berupa 5 unit mesin Jahit, 1 Mesin Obras, 1 meja Gunting, Peralatan jahit lainnya, dan 100 pak benang tenun,  Kepada Kelompok Kopwan Nari-Nari Rabadompu Utara.

Selain dari itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mendukung kegiatan Pemerintah Kota Bima dalam mempromosikan kain tenun Bima secara nasional dan internasional.