LPM STKIP BIMA ADAKAN RAPAT KOORDINASI DENGAN TIM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STKIP Bima melakukan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan audit mutu internal dengan seluruh unsur Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Program Studi dan Tim Auditor internal, Sabtu (6/10/2018) di ruang rapat Program Studi Biologi.

Kepala LPM STKIP Bima, Drs. H. Juanda Mansyur, M.Pd dalam pengantarnya menyampaikan bahwa mutu harus terus ditingkatkan. Lebih lanjut, kepala LPM menjelaskan bahwa pengembangan mutu berkelanjutan diawali dengan penyusunan standar mutu kemudian dilanjutkan dengan audit mutu internal oleh tim auditor. Kepala LPM berharap, dengan telah dilatihnya auditor internal oleh pihak Universitas Lampung beberapa waktu yang lalu, maka pelaksanaan kegiatan audit internal dapat segera dilakukan.

Rapat dibuka oleh Ketua STKIP Bima, Bapak Dr. Amran Amir, M.Pd. Dalam sambutannya ketua STKIP Bima menyampaikan bahwa perguruan tinggi sekarang berlomba-lomba untuk meningkatkan mutu, karena disadari bahwa masyarakat sekarang melihat perguruan tinggi bukan lagi pada nama dan status perguruan tinggi, tetapi lebih kepada aspek mutu, sehingga ukuran mutu perguruan tinggi dapat dilihat dari peringkat akreditasi yang dicapai.

Ketua STKIP Bima mengharapkan kepada seluruh tim mutu agar bekerja secara bersama-sama dalam mengembangkan mutu. Rapat ini juga mengagendakan sosialisasi hasil pelaksanaan kegiatan Magang SPMI dan Audit internal di Universitas Lampung yang diikuti oleh tim auditor internal STKIP Bima pada September lalu. Hasil rapat koordinasi ini menyimpulkan bahwa dalam waktu dekat akan mulai dilakukan audit mutu internal di masing masing Program Studi.

 

Prodi Biologi STKIP Bima Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Woro

Dosen yang merupakan warga disekitar desa menambahkan, Desa Woro merupakan desa dengan kondisi alam yang mendukung untuk dilakukannya penanaman tanaman kelor.  Karena dirasa tanaman ini sudah mulai jarang dibudidayakan oleh masyarakat, mengingat manfaatnya yang luar biasa maka perlu adanya sosialisasi ini. Mata pencaharian warga di sana kebanyakan bertani dan beternak. Selengkapnya …

Prodi Biologi STKIP Bima “Goes To Satonda Island”

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima kembali memberikan konstribusi positif kepada masyarakat di Kecamatan Tambora melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dirangkaikan dengan kegiatan penelitian. Acara tersebut dirangkum dalam kegiatan Biology Goes to Satonda Island yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 20-21 Januari 2018. Dr. Amran Amir, M.Pd selaku ketua STKIP Bima dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Penelitian dan Pengabdian. Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat Kec. Tambora.

Hal ini terlihat dari antusiasme warga  yang menghadiri acara penyuluhan pemanfaatan tanaman sebagai obat keluarga dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. “kami sangat welcome dengan adanya kegiatan-kegiatan yang memberikan nilai positif bagi masyarakat,. Sehingga kami membuka diri untuk berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan potensi daerah dan warga sekita masyarakat kecamatan tambura” kata tutur cama Tambora, Drs. Israf. Dukungan penuh juga diberikan oleh UPTD Puskesmas Tambora dan UPTD Dinas Perkebunan Kecamatan Tambora.

Melihat banyaknya ternak dan luasnya pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal di Kecamatan Tambora, urgensi kegiatan ini guna mengoptimalkan potensi daerah agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, mengurangi resiko penyebaran penyakit, serta membudidayakan pemanfaatan obat herbal dalam keluarga. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari STKIP Bima yang diwakili oleh Bapak Muh. Nasir, M.Pd dan Ibu Nurfathurrahmah, M.Pd serta dari UPTD Puskesmas Tambora oleh Bapak Muhammad Idris, S.Kep.Ners.

Setelah rangkaian acara penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan survey dan pengambilan sampel di wilayah situs Geologi Pulau Satonda yang meliputi penelitian terkait keanekaragaman tanaman dan serangga serta kondisi air Danau Satonda. Penelitian ini dimaksudkan agar keragaman spesies yang ada di Pulau Satonda dapat dijadikan sebagai salah satu daerah ekowisata  dan terekspos oleh masyarakat sehingga nantinya mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Pulau Satonda.

Selain dari itu, kegiatan di atas bertujuan untuk mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam mempromosikan Gunung Tambora yang baru-baru ini diresmikan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNPI) sebagai situs Gopark Nasinal. Dengan ditetapkannya Gunung Tambora sebagai situs Geopark, maka kawasan geografis dimana situs-situs warisan geologis menjadi bagian dari konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan secara holistik. Penetapan Geopark Nasional Gunung Tambora diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menumbuhkan embrio ekonomi lokal melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kegiatan ecotourism dan agrowisata.

Muh. Nasir selaku ketua rombongan Biology Goes to Satonda Island mengatakan “kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin Prodgram Stusi Pendidikan STKIP BIma dalam mendukung pelestarian SDA dan lingkungan serta sebagai implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi. InsyaaAllah kegiatan selanjutnya akan kami laksanakan di Bajo Pulo”

Pameran Kearifan Lokal & Bazar

Prodi Biologi STKIP Gelar Pameran Pangan dan Kewirausahaan

Progam Studi Biologi STKIP Bima mengadakan kegiatan pameran pangan lokal dan kewirausahaan, Jum’at 13/1 kemarin. Kegiatan diadakan di aula kampus setempat diinisiasi dosen pembimbing, mahasiswa semester 3 dan semester 7. Dalam ini beranekaragam hasil olahan pangan lokal dan kerajinan tangan dari sampah dipamerkan.

“Sebagian kelompok ada yang memamerkan foto kondisi lingkungan di Kota Bima, ada yang mengolah sampah dan membuat kerajinan tangan dari limbah,” jelas Ariansyah yang juga Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan ini.Ketua Panitia Kegiatan, Ariansyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan aplikasi mata kuliah akhir pengetahuan lingkungan dan kewirausahaan. Tujuan kegiatan, yakni mengembangkan kreativitas mahasiswa untuk mengolah pangan lokal dan sampah bekas menjadi produk bernilai ekonomis.

Sementara untuk kuliner kata dia, difokuskan semua bahan pangan lokal. Dalam hal ini, mahasiswa dituntut bisa memanfaatkan pangan lokal tersebut menjadi kue dan olahan makanan bermutu lainnya.

Diharapkannya, dari kegiatan yang digelar mahasiswa tidak sekedar tahu tapi memahami arti pentingnya menjaga dan menata lingkungan. Serta menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar mau membuka lapangan pekerjaan mereka sendiri disamping menjadi guru.

“Bahkan ke depan kita ingin kegiatan ini dalam bentuk expo secara terbuka dengan menghadirkan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya,’’ kata dia.Ketua Program Studi Biologi, Erni Suryani menjelaskan, meski sempat ditunda karena musibah banjir di Kota Bima, tapi dirinya bersyukur kegiatan tetap terlaksana. Rencananya pameran perdana di STKIP Bima tersebut akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Tidak hanya melibatkan pihak internal kampus, tapi juga pihak eksternal. Seperti UKM dari kampus lainnya di Bima.

Selain sebagai aplikasi mata kuliah tambahnya, tujuan kegiatan adalah ingin mengembangkan UKM. Apalagi, salah satu misi kampus adalah memberdayakan mahasiswa supaya mereka bisa mandiri. Disamping menjadi guru, alumni bisa punya usaha sendiri dengan bekal mengolah pangan lokal dan kerajinan limbah lingkungan.

Mahasiswa Prodi Biologi, Susan menilai, kegiatan tersebut sangat positif ini karena dapat mengangkat nilai jual pangan lokal kita. Seperti labu, biasanya selama ini hanya digunakan untuk sayuran saja. Tapi sekarang bisa mengolahnya menjadi puding labu sehingga menjadi produk bernilai ekonomis.

“Singkong juga begitu, kita buat jadi kue lapis pelangi. Gizinya tidak kalah dengan kue lainnya,” kata dia.

Hal senada disampaikan Marisa, Mahasiswa Semester 7 Prodi Biologi ini sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dapat mendorong kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

“Harapan kami kegiatan ini bisa mengempanyekan pemanfaatan sampah lingkungan. Sampah yang masih bisa diolah dapat dirubah menjadi produk bernilai ekonomis,” ujarnya.

Profil Program Studi Pendidikan Matematika

  1. Program studi pendidikan matematika sudah terakreditasi oleh BAN-PT dengan Nomor SK No: 227/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/2013.
  2. Semua staf pengajar bergelar Magister (S-2) yang berjumlah 19 orang dengan status Dosen Tetap Yayasan.
  3. Memliki 3 orang Dosen yang sudah lulus sertifikasi (dosen profesional).
  4. Merekomendasikan 1 (satu) orang dosen setiap tahunnya untuk melanjutkan Program Studi Lanjutan.
  5. Merupakan program studi yang paling sehat karena memiliki rasio dosen dengan mahasiswa yang ideal.
  6. Memiliki kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga output yang dihasilkan berkompeten dan siap diterima di tempat kerja.
  7. Memiliki fasilitas yang memadai, yang dilengkapi dengan lab. Microteaching, Lab. Bahasa Inggris, dan Lab. Komputer, LCD, Layar OHP, dan lain-lain.
  8. Memiliki wadah untuk pengembangan bakat, minat, dan intelektual mahasiswa, diantaranya: HMPS Pendidikan Matematika dan Mathematic Study Club (MSC).