Turnamen Volly Ball Tingkat SMA/SMK/MA Se-Pulau Sumbawa Diadakan Oleh Kampus STKIP Bima

Pembinaan dan pengembangan olahraga merupakan bagian upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia pembinaan ini diarahkan pada peningkatan jasmani, mental, rohani, membentuk watak dan kepribadian, disiplin dan sportivitas tinggi guna meningkatkan prestasi yang dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional.

Bola volly sebagai salah satu olahraga yang popular baik ditingkat Internasional maupun nasional, dalam perkembangannya saat ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia baik masyarakat umum maupun kalangan pelajar. Hal ini terbukti dengan makin banyaknya kejuaraan Bola Volly yang diadakan baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional.

STKIP BIMA bermaksud menyelenggarakan Turnamen Bola Volly Tingkat SMA/SMK/MA Se-Pulau Sumbawa, agar terciptanya nilai-nilai sprotifitas yang sehat dan melahirkan generasi-generasi yang berjaya tanpa narkoba.

untuk lebih jelasnya siahkan lihat gambar dibawah ini:

Babak Pertama Kegiatan Olimpiade MIPA

Babak pertama olimpiade MIPA STKIP Bima, diselenggarakan di lima rayon, rayon Kota di Kampus STKIP Bima, kemudian rayon sape, woha, bolo dan dompu. Masing-masing di sekolah yang bekerja sama sebagai tuan rumah, dengan jumlah peserta dari ke 5 rayon 165 peserta, dengan Matematika 60 peserta, Fisika 52 peserta, dan Kimia 53 peserta. Kemudian Babak terakhir atau final di selenggarakan di kampus stkip bima hari sabtu tgl 24 feb 2018.

 

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima Mengadakan Kegiatan Olimpiade Biologi

Pada hari ini (sabtu, 03/02/2018). Prodi Pendidikan Biologi STKIP Bima mengadakan kegiatan olimpiade biologi antara siswa SMA/MA se Derajat Tingkat Kota Bima kab. Bima dan Dompu dengan tema “Melalui olimpiade biologi mari mewujudkan generasi yang mendulang prestasi”.

Dalam sambutanya ketua HMPS PB Qurais Syhab mengatakan bahwa kegiatan olimpiade biologi merupakan program kerja tahunan HMPS PB. “Setiap tahun kami pengurus HMPS PB mengadakan kegiatan olimpiade Biologi antara siswa sma/ma sederajat” Ujar Qurais Syhab.  Qurais syhab melanjutkan bahwa kegiatan ini kami persiapkan lebih kurang 2 bulan yaitu mulai bulan 12 tahun 2017 dan Alhamdulillah hari ini bisa terlaksanakan.

Sementara itu Ketua Program Sudi Pendidikan Biologi STKIP Bima Erni Suryani, M.Pd menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini disamping sebagai ajang silaturahmi antara STKIP Bima dengan sekolah yang ada di Kota, kabupaten Bima dan Dompu, juga ditujukan untuk memberikan motivasi belajar kepada para siswa dan sekolah untuk lebih meningkatkan prestasi dalam bidang biologi, selain itu olympiade ini juga dijadikan ajang sosialisasi dan promosi kampus dalam rangka penerimaan mahasiswa baru. Sebelum menutup sambutannya Erni Suryani menyampaikan bahwa kegiatan olimpiade ini tidak hanya dilaksanakan pada tingkat SMA/MA, melainkan juga dilaksanakan pada tingkat mahasiswa program studi Pendidikan Biologi, terakhir beliau mengharapkan agar pada kegiatan olimpiade berikutnya harus ada keterlibatan seluruh sekolah SMA/MA se Derajat yang di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu, karena kegiatan ini sangat berdampak positif bagi kemajuan pendidikan didaerah kita.

Ketua STKIP Bima yang diwakili oleh Wakil Ketua III bidang kemahasiswaan M. Taher, M.Pd memberikan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (HMPS PB) yang telah mengadakan kegiatan olimpiade biologi antara siswa SMA/MA Tingkat Kota Bima, kab. Bima dan Dompu, sehungga berjalan dengan sukses sesuai dengan harapan.

Selanjutnya menurut M.Taher siswa sekarang ini harus diberi ruang untuk belajar dan mengasah kemampuanya. Karena jangan sampai dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, siswa justru sibuk dengan FB, BBM, Game, Twitter dll bukan sibuk untuk belajar. Oleh karena itu menurut M. Taher, kegiatan olimpiade biologi hari ini merupakan kegiatan positif dimana siswa disibukkan untuk belajar dan membaca buku bukan disibukkan dengan FB, BBM , whatsApp dll. Mengakhiri sambutanya M. TAHER berharap semoga dgn adanya olimpiade biologi dapat membentuk kongnitif, afektif dan psikomotorik siswa atau mengahasilkan siswa yang mendulang prestasi.

Kegiatan olimpiade biologi antara SMA/MA sederajat yang diadakan oleh HMPS PB STKIP Bima dihadiri oleh 28 orang suswa dari 10 sekolah, diantaranya: SMAN 2 Kota Bima, SMAN 3 Kobi, MAN 1 KOBI, MAN 2 KOBI, SMAN 1 MADA PANGGA, SMAN 1 PALIBELO, SMAN 1 WERA, SMAN 1 AMBALAWI, SMAN 2 LAMBU DAN SMAN 2 KEMPO.

Prodi Biologi STKIP Bima “Goes To Satonda Island”

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima kembali memberikan konstribusi positif kepada masyarakat di Kecamatan Tambora melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dirangkaikan dengan kegiatan penelitian. Acara tersebut dirangkum dalam kegiatan Biology Goes to Satonda Island yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 20-21 Januari 2018. Dr. Amran Amir, M.Pd selaku ketua STKIP Bima dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Penelitian dan Pengabdian. Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat Kec. Tambora.

Hal ini terlihat dari antusiasme warga  yang menghadiri acara penyuluhan pemanfaatan tanaman sebagai obat keluarga dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. “kami sangat welcome dengan adanya kegiatan-kegiatan yang memberikan nilai positif bagi masyarakat,. Sehingga kami membuka diri untuk berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan potensi daerah dan warga sekita masyarakat kecamatan tambura” kata tutur cama Tambora, Drs. Israf. Dukungan penuh juga diberikan oleh UPTD Puskesmas Tambora dan UPTD Dinas Perkebunan Kecamatan Tambora.

Melihat banyaknya ternak dan luasnya pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal di Kecamatan Tambora, urgensi kegiatan ini guna mengoptimalkan potensi daerah agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, mengurangi resiko penyebaran penyakit, serta membudidayakan pemanfaatan obat herbal dalam keluarga. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari STKIP Bima yang diwakili oleh Bapak Muh. Nasir, M.Pd dan Ibu Nurfathurrahmah, M.Pd serta dari UPTD Puskesmas Tambora oleh Bapak Muhammad Idris, S.Kep.Ners.

Setelah rangkaian acara penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan survey dan pengambilan sampel di wilayah situs Geologi Pulau Satonda yang meliputi penelitian terkait keanekaragaman tanaman dan serangga serta kondisi air Danau Satonda. Penelitian ini dimaksudkan agar keragaman spesies yang ada di Pulau Satonda dapat dijadikan sebagai salah satu daerah ekowisata  dan terekspos oleh masyarakat sehingga nantinya mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Pulau Satonda.

Selain dari itu, kegiatan di atas bertujuan untuk mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam mempromosikan Gunung Tambora yang baru-baru ini diresmikan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNPI) sebagai situs Gopark Nasinal. Dengan ditetapkannya Gunung Tambora sebagai situs Geopark, maka kawasan geografis dimana situs-situs warisan geologis menjadi bagian dari konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan secara holistik. Penetapan Geopark Nasional Gunung Tambora diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menumbuhkan embrio ekonomi lokal melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kegiatan ecotourism dan agrowisata.

Muh. Nasir selaku ketua rombongan Biology Goes to Satonda Island mengatakan “kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin Prodgram Stusi Pendidikan STKIP BIma dalam mendukung pelestarian SDA dan lingkungan serta sebagai implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi. InsyaaAllah kegiatan selanjutnya akan kami laksanakan di Bajo Pulo”

Pameran Kearifan Lokal & Bazar

Prodi Biologi STKIP Gelar Pameran Pangan dan Kewirausahaan

Progam Studi Biologi STKIP Bima mengadakan kegiatan pameran pangan lokal dan kewirausahaan, Jum’at 13/1 kemarin. Kegiatan diadakan di aula kampus setempat diinisiasi dosen pembimbing, mahasiswa semester 3 dan semester 7. Dalam ini beranekaragam hasil olahan pangan lokal dan kerajinan tangan dari sampah dipamerkan.

“Sebagian kelompok ada yang memamerkan foto kondisi lingkungan di Kota Bima, ada yang mengolah sampah dan membuat kerajinan tangan dari limbah,” jelas Ariansyah yang juga Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan ini.Ketua Panitia Kegiatan, Ariansyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan aplikasi mata kuliah akhir pengetahuan lingkungan dan kewirausahaan. Tujuan kegiatan, yakni mengembangkan kreativitas mahasiswa untuk mengolah pangan lokal dan sampah bekas menjadi produk bernilai ekonomis.

Sementara untuk kuliner kata dia, difokuskan semua bahan pangan lokal. Dalam hal ini, mahasiswa dituntut bisa memanfaatkan pangan lokal tersebut menjadi kue dan olahan makanan bermutu lainnya.

Diharapkannya, dari kegiatan yang digelar mahasiswa tidak sekedar tahu tapi memahami arti pentingnya menjaga dan menata lingkungan. Serta menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar mau membuka lapangan pekerjaan mereka sendiri disamping menjadi guru.

“Bahkan ke depan kita ingin kegiatan ini dalam bentuk expo secara terbuka dengan menghadirkan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya,’’ kata dia.Ketua Program Studi Biologi, Erni Suryani menjelaskan, meski sempat ditunda karena musibah banjir di Kota Bima, tapi dirinya bersyukur kegiatan tetap terlaksana. Rencananya pameran perdana di STKIP Bima tersebut akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Tidak hanya melibatkan pihak internal kampus, tapi juga pihak eksternal. Seperti UKM dari kampus lainnya di Bima.

Selain sebagai aplikasi mata kuliah tambahnya, tujuan kegiatan adalah ingin mengembangkan UKM. Apalagi, salah satu misi kampus adalah memberdayakan mahasiswa supaya mereka bisa mandiri. Disamping menjadi guru, alumni bisa punya usaha sendiri dengan bekal mengolah pangan lokal dan kerajinan limbah lingkungan.

Mahasiswa Prodi Biologi, Susan menilai, kegiatan tersebut sangat positif ini karena dapat mengangkat nilai jual pangan lokal kita. Seperti labu, biasanya selama ini hanya digunakan untuk sayuran saja. Tapi sekarang bisa mengolahnya menjadi puding labu sehingga menjadi produk bernilai ekonomis.

“Singkong juga begitu, kita buat jadi kue lapis pelangi. Gizinya tidak kalah dengan kue lainnya,” kata dia.

Hal senada disampaikan Marisa, Mahasiswa Semester 7 Prodi Biologi ini sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dapat mendorong kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

“Harapan kami kegiatan ini bisa mengempanyekan pemanfaatan sampah lingkungan. Sampah yang masih bisa diolah dapat dirubah menjadi produk bernilai ekonomis,” ujarnya.