DOSEN STKIP BIMA MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR SAINS TERINTEGRASI NILAI ISLAM

Misi utama hadirnya kurikulum 2013 yaitu menciptakan peserta didik yang memiliki kecerdasan yang utuh baik itu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual. Oleh karena itu sudah saatnya para pendidik dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya mengutamakan pencapaian kompetensi pengetahuan semata namun guru harus mampu mengembangkan kompetensi sikap yang ada dalam diri siswa.

Menjawab tantangan tersebut Muhammad Irwansyah, M.Pd dosen program studi pendidikan biologi STKIP Bima mengembangkan bahan ajar (RPP, Modul dan LKS) sains yang diintegrasikan dengan nilai Islam.

Ada 4 kompetensi inti (KI) kurikulum 2013 yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya. KI 1: Sikap Spiritual, KI 2: Sikap Sosial: KI 3: Pengetahaun, KI 4: Keterampilan. Hal ini membuktikan bahwa kurikulum 2013 sangat memberi ruang terhadap perbaikan dan pengembangan sikap peserta didik terutama perbaikan sikap spiritual dan sosial siswa. Ujar Muhammad Irwansyah, M.Pd.

Lebih lanjut Muhammad Irwansyah, M.Pd menyatakan bahwa integrasi sains dan Islam dapat mewujudkan pengembangan/ perbaikan sikap atau karakter peserta didik sesuai amanat kurikulum 2013 diatas. Karena ada ratusan ayat Alquran dan ratusan hadis Nabi Muhammad saw yang berkaitan dengan sains. Misalnya terkait penciptaan manusai, penciptaan alam semesta, tata surya, sistem pencernaan makanan, sistem reproduksi, ekosistem dan sebagainnya.

Berdasarkan kebenaran tersebut Muhammad Irwansyah, M.Pd termotivasi melakukan penelitian dengan megembangkan bahan ajar sains terintegrasi nilai Islam. Dengan harapan bahan ajar tersebut dapat dijadikan referensi dalam perbaikan mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan perbaikan karakter siswa.

Demi kelancaran penelitiannya Muhammad Irwansyah, M.Pd dibantu oleh dosen-dosen lain yaitu Ibu Magfirah Perkasa, M.Pd (Dosen Pendidikan Kimia STKIP Bima), Nurfathurrahmah, M.Pd (Dosen Pendidikan Biologi STKIP Bima) dan Muchlis, M.Pd.I (Dosen pembina mata kuliah Pendidikan Agama Islam STKIP Bima).

PROGRAM PPUD STKIP BIMA MENGADAKAN PELATIHAN MENJAHIT PRODUK FASHION TENUN BIMA

STKIP Bima kembali memberikan konstribusi positif kepada masyarakat di Kecamatan Rabadompu Utara melalui kegiatan Pelatihan menjahit produk Fashion Tenun Bima,  kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian Masyarakaat Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) ditahun ke-2 sesuai dengan kontrak kemenristekbrin tahun 2020. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 2-4 Juli 2020. Acara pembukaan Pelatihan menjahit dihadiri oleh Tim PPPUD STKIP Bima (Agrippina Wiraningtyas, M.Sc, Ruslan, M.Sc, Muh. Nasir, M.Pd, dan Ahmad Sandi, M.Si), Ketua Kopwan Nari-Nari Sumarni.

Dalam sambutannya Ketua Tim PPPUD STKIP Bima Agrippina Wiraningtyas, M.Sc menjelaskan bahwa kegiatan Pelatihan Menjahit ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas maupun daya saing produk tenun Bima, melalui diversifikasi produk tenun sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan para penenun. dan kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang Pengabdian, diakhir sambutanya Agrippina berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelaksanaan pelatihan menjahit ini dengan baik hingga acara selesai.

Pelatihan ini menghadirkan Pemateri Ibu Mustikarahmi, S.Sos, Bu Tika begitu sapaan akrabnya merupakan salah satu orang yang telah mengantongi sertifikat menjahit dan memiliki kursus menjahit pribadi di kediaman beliau. Bu kartika telah banyak melanglang buana di dunia menjahit dan ternyata juga merupakan guru les les privat  favorit di Kota Bima. Dalam kegiatan pelatihan ini diberikan materi pembelajaran dasar, diantaranya: cara mengambil ukuran badan, cara membuat pola dasar berbagai jenis baju, praktek menjahit baju dan masker Nano.

Pelaksanaan Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari Anggota kelompok Tenun Kopwan Nari-Nari, hal ini terlihat dari antusiasme para peserta mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan Menjahit Produk Fashion Tenun. “kami sangat bersyukur dan mengpresiasi dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Tim PPPUD STKIP Bima, sehingga kami kelompok Tenun Nari-Nari membuka diri untuk berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan usaha tenun Nari-Nari Kecamatan Rabadompu Utara”  tutur Ketua Kopwan Nari-Nari Ibu Sumarni.

Melihat banyaknya hasil kain tenun yang sudah dihasilkan, maka perlu dilakukan diversivikasi produk kain tenun menjadi produk Fashion dan Masker, urgensi kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan potensi kain tenun Bima agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat Bima.

 

Dalam pelaksanaan Kegiatan ini, Tim PPPUD STKIP Bima, telah menyerahkan perangkat alat menjahit untuk peningkatan produksi Fashion Tenun Bima berupa 5 unit mesin Jahit, 1 Mesin Obras, 1 meja Gunting, Peralatan jahit lainnya, dan 100 pak benang tenun,  Kepada Kelompok Kopwan Nari-Nari Rabadompu Utara.

Selain dari itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mendukung kegiatan Pemerintah Kota Bima dalam mempromosikan kain tenun Bima secara nasional dan internasional.

Aktifitas Mahasiswa Pendidikan Biologi di Laboratorium

Mata kuliah pengelolaan laboratorium adalah matakuliah yang ditempuh mahasiswa pendidikan biologi pada semester genap, 80% aktifitas perkuliahan dilaksanakan pada laboratorium untuk melakukan eksperimen yaitu praktikum berdasarkan materi yang telah di uraikan pada kontrak perkuliahan. Dalam kegiatan praktikum mahasiswa dilengkapi dengan panduan praktikum, jas laboratorium serta alat dan bahan praktikum yang memadai. Praktikum ini menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa pendidikan biologi pada semester dua karena menjadi dasar bagi praktikum selanjutnya pada mata kuliah berbasis sains yang lainnya yang ada di program studi pendidikan biologi. Dengan harapan mahasiswa pendidikan biologi STKIP BIMA memiliki life skill dan soft skill untuk diterapkan pada dunia pendidikan di lingkungan masyarakat.

STKIP BIMA MENGADAKAN KEGIATAN KAJIAN ISLAM DAN DO’A BERSAMA

Pada hari jum’at (13 Desember 2019). Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Bima mengadakan kegiatan kajian Islam yang dirangkaikan dengan do’a bersama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan silaturrahmi antara pimpinan, dosen dan staf STKIP Bima

Dalam sambutannya Dr. Amran Amir, M.Pd (ketua STKIP Bima) menyatakan bahwa kegiatan ini adalah sarana yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt sehingga civitas akademika STKIP Bima senantiasa menjalankan perintah Allah swt dan takut pada larangan Allah swt. Semoga kedepannya kegiatan kajian dan do’a seperti ini bisa diagendakan sebagai kegiatan rutinitas warga STKIP Bima. Ujar Dr. Amran Amir, M.Pd.

Sementara itu pemateri kajian yang diundang yaitu Ustadz Muchlis, M.Pd.I (Dosen mata kuliah pendidikan agama Islam STKIP Bima). Ustadz Muchlis, M.Pd.I memaparkan bahwa dalam Islam ilmu, iman dan amal harus berjalan secara bersama-sama sehingga ilmu yang dimilikinya bermanfaat baik didunia maupun diakhirat kelak.  Mendukung pernyataanya pemateri mengutip salah satu surah dalam Alquran yaitu Qs Al-Mujadalah: 11 yang artinya: “… Apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Ustadz Muchlis, M.Pd.I menambahkan bahwa ilmu yang dimiliki oleh manusia saat ini seperti setetes air, sangat sedikit sekali dibandingkan dengan ilmunya Allah swt. Oleh karna itu manusia tidak boleh sombong dengan ilmunya yang hanya setetes itu, sebab penyebab iblis diusir oleh Allah swt dari surga karna kesombonganya. Ujar Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ustadz Muchlis, M.Pd.I mengakhiri materinya dengan mengatakan bahwa walaupun saat ini kita memasuki era Revolusi industri 4.0, pengajar baik itu guru maupun dosen tidak bisa digantikan oleh teknologi (robot). Karna robot tidak bisa mengajarkan akhlak seperti kejujuran, sopan santun, cintah tanah air, toleransi, disiplin, mandiri, kerja keras, menjaga kebersihan lingkungan dan sebagainya. Yang bisa mengajarkan akhlak hanyalah pendidik saja. Oleh karna Ustadz Muchlis, M.Pd.I berharap agar dosen STKIP Bima memperlihatkan akhlak yang baik saat berkomunikasi dengan mahasiswa maupun saat berkomunikasi sesama dosen (pendidik) agar kampus ini mendapatkan keberkahan dari Allah swt.

Berdasarkan pantauan pantauan kami kegiatan ini diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh ustadz Muchlis, M.Pd.I dan berlangsung dengan khidmat.

STKIP BIMA MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT KORBAN KEBAKARAN

Pada hari Minggu (27 Oktober 2019) rombongan STKIP Bima mendatangi sekaligus memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Rombongan STKIP Bima dipimpin langsung oleh Wakil ketua I yaitu Erni Suryani, M.Pd.

Erni Suryani, M.Pd menyatakan bahwa bantuan yang diserahkan berasal dari sumbangan para Dosen, staf, dan hasil pengalangan dana mahasiswa STKIP Bima. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat mengurangi beban masyarakat desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten Bima (korban kebakaran)”. Ujar Erni Suryani, M.Pd.

Sementara itu Burhanudin perwakilan korban kebakaran menyatakan “Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak STKIP Bima yang telah memberikan bantuan. Dengan adanya bantuan ini sangat membantu kami yang sedang dalam musibah kebakaran.

Berdasarkan pantauan kami adapun bantuan yang diberikan oleh civitas akademika STKIP Bima yaitu pakaian layak pakai, beras, air mineral, gula, mie instan, telur, minyak goreng,  nasi box dll.