STKIP BIMA MENGADAKAN KEGIATAN KAJIAN ISLAM DAN DO’A BERSAMA

Pada hari jum’at (13 Desember 2019). Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Bima mengadakan kegiatan kajian Islam yang dirangkaikan dengan do’a bersama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan silaturrahmi antara pimpinan, dosen dan staf STKIP Bima

Dalam sambutannya Dr. Amran Amir, M.Pd (ketua STKIP Bima) menyatakan bahwa kegiatan ini adalah sarana yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt sehingga civitas akademika STKIP Bima senantiasa menjalankan perintah Allah swt dan takut pada larangan Allah swt. Semoga kedepannya kegiatan kajian dan do’a seperti ini bisa diagendakan sebagai kegiatan rutinitas warga STKIP Bima. Ujar Dr. Amran Amir, M.Pd.

Sementara itu pemateri kajian yang diundang yaitu Ustadz Muchlis, M.Pd.I (Dosen mata kuliah pendidikan agama Islam STKIP Bima). Ustadz Muchlis, M.Pd.I memaparkan bahwa dalam Islam ilmu, iman dan amal harus berjalan secara bersama-sama sehingga ilmu yang dimilikinya bermanfaat baik didunia maupun diakhirat kelak.  Mendukung pernyataanya pemateri mengutip salah satu surah dalam Alquran yaitu Qs Al-Mujadalah: 11 yang artinya: “… Apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Ustadz Muchlis, M.Pd.I menambahkan bahwa ilmu yang dimiliki oleh manusia saat ini seperti setetes air, sangat sedikit sekali dibandingkan dengan ilmunya Allah swt. Oleh karna itu manusia tidak boleh sombong dengan ilmunya yang hanya setetes itu, sebab penyebab iblis diusir oleh Allah swt dari surga karna kesombonganya. Ujar Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ustadz Muchlis, M.Pd.I mengakhiri materinya dengan mengatakan bahwa walaupun saat ini kita memasuki era Revolusi industri 4.0, pengajar baik itu guru maupun dosen tidak bisa digantikan oleh teknologi (robot). Karna robot tidak bisa mengajarkan akhlak seperti kejujuran, sopan santun, cintah tanah air, toleransi, disiplin, mandiri, kerja keras, menjaga kebersihan lingkungan dan sebagainya. Yang bisa mengajarkan akhlak hanyalah pendidik saja. Oleh karna Ustadz Muchlis, M.Pd.I berharap agar dosen STKIP Bima memperlihatkan akhlak yang baik saat berkomunikasi dengan mahasiswa maupun saat berkomunikasi sesama dosen (pendidik) agar kampus ini mendapatkan keberkahan dari Allah swt.

Berdasarkan pantauan pantauan kami kegiatan ini diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh ustadz Muchlis, M.Pd.I dan berlangsung dengan khidmat.

STKIP BIMA MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT KORBAN KEBAKARAN

Pada hari Minggu (27 Oktober 2019) rombongan STKIP Bima mendatangi sekaligus memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Rombongan STKIP Bima dipimpin langsung oleh Wakil ketua I yaitu Erni Suryani, M.Pd.

Erni Suryani, M.Pd menyatakan bahwa bantuan yang diserahkan berasal dari sumbangan para Dosen, staf, dan hasil pengalangan dana mahasiswa STKIP Bima. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat mengurangi beban masyarakat desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten Bima (korban kebakaran)”. Ujar Erni Suryani, M.Pd.

Sementara itu Burhanudin perwakilan korban kebakaran menyatakan “Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak STKIP Bima yang telah memberikan bantuan. Dengan adanya bantuan ini sangat membantu kami yang sedang dalam musibah kebakaran.

Berdasarkan pantauan kami adapun bantuan yang diberikan oleh civitas akademika STKIP Bima yaitu pakaian layak pakai, beras, air mineral, gula, mie instan, telur, minyak goreng,  nasi box dll.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

DOSEN STKIP BIMA MELAKUKAN KUNJUNGAN STUDY DI UNIVERSITI SELANGOR MALAYSIA

Pengembangan diri & kualitas SDM merupakan upaya dalam mengembangkan perguruan tinggi. Demi meningkatkan kualitas SDM pada bidang pengajaran dan penelitian, Dr. Amran Amir, M.Pd, Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima mengutus 4 orang Dosen STKIP Bima untuk melakukan kunjungan study di Universiti Selangor (UNISEL) Malaysia pada hari Jum’at, 11 Oktober 2019. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama (MOU) yang telah disepakati oleh kedua perguruan tinggi yakni STKIP Bima dan Universiti Selangor (UNISEL) Malaysia pada bulan April 2018 lalu.

Adapun Dosen yang diutus yaitu (1) Muhammad Irwansyah M. Pd (Dosen Program Studi Pendidikan Biologi), (2) Magfirah Perkasa M.Pd (Dosen Program Studi Pendidikan Kimia), (3) Khairunnisa, M.Cs (Dosen Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling) dan Nurfidianty Annafi M.Pd (Dosen Program Studi Pendidikan Kimia).

Rombongan tersebut disambut dengan hangat oleh pihak Universiti Selangor yang merupakan para Ketua Jurusan. Mohd. Nazif Samat@Darawi, Ph.D selaku Koordinator Penerima Tamu sekaligus Deputy Dean of Research & Postgraduate Studies mengaku sangat senang menyambut kedatangan & bertukar pengalaman dengan pihak STKIP Bima.

Muhammad Irwansyah, M.Pd juga menyatakan “Alhamdulillah.. kami diterima dengan santun dan penuh kekeluargaan oleh Pimpinan dan Dosen Universiti Selangor Malaysia. Mereka sangat senang dan bahagia dengan kehadiran kami “Kata Muhammad Irwansyah yang juga merupakan Pemimpin rombongan dalam kunjungan study tersebut.

Sementara itu, Magfirah Perkasa, M.Pd yang juga ikut dalam rombongan dan bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan pihak Unisel menambahkan bahwa pihak Unisel sangat membantu dalam mewujudkan kunjungan study tersebut. “Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Unisel melalui WhatsApp sejak sebulan yang lalu. Bapak Mohd. Nazif sangat membantu. Beliau menyampaikan tiap detil hal- Hal yang harus disiapkan demi terwujudnya kunjungan ini”, ucapnya. Magfirah juga menyampaikan bahwa melalui kunjungan tersebut banyak pengalaman & informasi terkait keadaan mahasiswa, strategi pembelajaran dan kegiatan penelitian yg dilakukan oleh dosen dan mahasiswa di Universiti Selangor (UNISEL) Malaysia yang dapat menjadi pembelajaran bagi STKIP Bima.

Hasil dari kunjungan study ini akan disampaikan kepada rekan-rekan Dosen yang ada di STKIP Bima sehingga kedepannya diharapkan ada kolaborasi penelitian atau publikasi ilmiah internasional antara dosen STKIP Bima dan Dosen UNISEL Malaysia.

MAHASISWA BERPRESTASI, PENGHARGAAN TAHUNAN UNTUK MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN KIMIA

Ketua Program Studi pendidikan kimia STKIP Bima, Agrippina Wiraningtyas, kembali menganugerahi penghargaan kepada 3 mahasiswa berprestasi pada Senin, 16 September 2019.

Kegiatan yang bertempat di prodi Pendidikan Kimia itu dihadiri oleh jajaran dosen & seluruh mahasiswa prodi Pendidikan Kimia. Kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan untuk memotivasi dan mendorong semangat mahasiswa untuk lebih giat dalam mencapai prestasi akademik.

Agrippina Wiraningtyas dalam sambutannya menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas usaha keras mahasiswa dalam bidang akademiki. Kaprodi & para dosen berharap para mahasiswa tetap terjaga motivasinya untuk meningkatkan kemampuan sehingga menjadi bekal untuk menghadapi era industri 4.0.

Selain itu, penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk menghadirkan semangat berprestasi dalam diri tiap mahasiswa, Lanjutnya.

Adapun nama-nama yang mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi ini adalah Feny Agustina semester VII, Nur Afriani semester V dan Achmad Sulaiman semester III. Ketiga mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa yang memperoleh nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi dari masing-masing angkatan.

STKIP BIMA Mendapatkan Program Hibah Pengembangan Kampung Tenun “Nari-Nari” di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima

STKIP Bima menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi se Provinsi NTB yang mendapatkan Program Hibah Pengabdian Masyarakat dengan Skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD).
Dimana Tema yang diajukan dan lolos yaitu Pengembangan Kampung Tenun “Nari-Nari” di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima Sebagai Sentra Produksi Kain Tenun Bima Kualitas Ekspor. Program tersebut dilaksanakan oleh dosen beserta kelompok mitra dan tentunya melibatkan mahasiswa, dimana dosen yang terlibat merupakan Tim Pelaksana yang di Ketuai oleh Ibu Agrippina Wiraningtyas, M.Sc (Prodi Pendidikan Kimia) dan beranggotakan Bpk Ruslan, M.Sc (Prodi Pendidikan Kimia), Bpk Muh. Nasir, S.P, M.Pd (Prodi Pendidikan Biologi), serta Bpk Ahmad Sandi, SE, M.Si (Prodi Pendidikan Ekonomi). Sedangkan Kelompok mitra disini merupakan Pengrajin Tenun di Raba Dompu Timur yang tergabung dalam Kelompok Koperasi Wanita “Nari-Nari”. Pada Program kegitan PPPUD ini diharapkan produl lokal Bima berupa Tenun Bima dapat menjadi produk unggulan daerah yang berdaya saing dan mampu menembus pasaran global sebagai produk lokal yang memiliki nilai estetika dan budaya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama pengrajin tenun dan memperkenalkan daerah Bima dengan produk unggulan lokalnya.

Kelompok Mitra didampingi Tim Pelaksana PPPUD pada hari rabu dan kamis yaitu tanggal 13-14 Agustus 2019 telah melaksanakan kegitan Pembuatan zat warna Alam dan Pelatihan menjahit, kegiatan tersebut dibuka secara simbolis oleh Ketua Program PPPUD Ibu Agrippina Wiraningtyas, M.Sc dan Ketua Kopwan “Nari-Nari” Ibu Sumarni. Dan dilanjutkan dengan pemberian bantuan peralatan menjahit, obras dan peralatan pembuatan zat warna alam secara simbolis.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini mendapat respon yang sangat positif dari para peserta, dimana seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan baik pembuatan pewarnaan alam dan menjahit.

Selain kegiatan tersebuat, sebelumnya telah dilakukan kegiatan covering yang telah dilakukan oleh Tim Pelaksana beserta anggotan Mitra dengan menggandeng tutor yang membimbing dan memberi arahan dalam kegitan tersebut, sehingga menghasilkan beberapa produk fashion tenun yang kemudian dipamerkan dalam kegitan pameran yang diadakan oleh koperindag diawal bulan Agustus kemarin bertempat di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima. Dan tentunya kegiatan Program PPPUD STKIP Bima ini belum selesai, karena produk benang hasil pewarnaan alam dari pelatihan pembuatan pewarna alam tadi akan ditenun untuk menghasilkan produk tenun yang memiliki nilai estetika dan budaya sehingga dapat mimiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai produk ekspor.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.