KELUARGA BESAR PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING STKIP BIMA PEDULI MENYALURKAN BANTUAN PADA MASYARAKAT KORBAN BANJIR

Hujan deras dengan intensitas tinggi mulai tanggal 31 Maret – 02 April 2021 mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang merendam Kabupaten Bima , Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Jumat pagi 02 April 2021 Bendungan Pela Parado dan aliran sungai meluap menggenangi wilayah Monta, Woha, Belo dan Palibelo. Sementara dalam waktu bersamaan banjir juga menerjang wilayah Kecamatan Madapangga dan Bolo menyebabkan ribuan rumah di Enam kecamatan terendam.

Mengurangi beban warga yang terdampak banjir, (Selasa, 6 April 2021) Program Studi Bimbingan dan Konseling bekerja sama dengan Alumni, Mahasiswa dan Dosen Prodi BK serta dibantu oleh keluarga mahasiswa bahu membahu mengumpulkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, sarung sholat dan kebutuhan masyarakat untuk mencuci dan membersihkan rumah yang terendam banjir.

Sarbudin, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Prodi di BK yang telah meringankan beban keluarga, semoga menjadi ladang amal bagi kita semua dalam meraih ridho Allah SWT.

Di sela pemberian bantuan Sarbudin menyampaikan amanah keluarga besar Prodi BK kepada warga agar tabah dalam menghadapi musibah ini dan menjadi pelajaran bagi masyarakat dan Pemerintah ke depannya untuk mengembalikan fungsi hutan dan menata lingkungan secara lebih baik. Mudah-mudahan banjir kedepannya tidak terus berulang-ulang

Kepada mahasiswa yang terhimpun dalam HMJ Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima untuk terus semangat dan membangkitkan kepedulian antara sesama dan menjadikan momentum aksi kemanusiaan ini bisa mempererat hubungan baik antara alumni dan mahasiswa serta dosen untuk dapat terus bersinergi mengalang kekuatan bekerja sama dalam hal kebaikan. Ujar Ketua Prodi BK

Prodi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima dan HMJ BK memperingati Isra Mi’raj 1442 H

Keluarga besar Prodi BK STKIP Bima bersama HMJnya memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1442 H di Ruang Kuliah BK dengan tema Akhlak Rasulullah Saw sebagai tauladan mahasiswa menjadi pribadi yang unggul, Jum’at (19/03/2021).

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) BK STKIP Bima melaksanakan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw di kampus, sebagai upaya pembinaan akhlak mahasiswa. Dalam penyampaiannya “Proses perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, kita banyak mempelajari hikmahnya, terutama akhlaknya rasulullah Saw, akhlak itu perilaku, akhlak itu sifat, akhlak itu tutur kata, akhlak itu adalah pribadi, sehingga akhlaknya rasulullah sampai dipuji oleh Allah Swt, karena beliau memiliki akhlak yang agung dan mulia, maka mahasiswa minimal mengikuti keteladanan Rasulullah Saw”. (Sekelumit penyampaian ustadz Ridwan, S.Pd. yang merupakan Alumni STKIP Bima prodi BK).

Kemudian hikmah berikutnya kecenderungan hati kita menuju masjid Allah, agar mahasiswa senantiasa memakmurkan masjid dan mushollah, dengan sholat hati akan menjadi tenang, dan bisa menyelesaikan masalah dengan tabayun dan penuh dengan kesabaran, karena rasulullah adalah orang yang sabar dan pemaaf, (tegasnya).

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling.. Mengucapkan terima kasih pada Panitia Kegiatan yg terhimpun di HMJ BK atas terlaksananya kegiatan Isra Mi,raj ini. Dengan harapan kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin yg mesti dilaksanakan tiap tahunnya.

Dalam kegiatan tersebut, ketua prodi BK STKIP Bima berharap agar Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling selalu meneladani Akhlak Rasulullah dengan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa sebagai calon Guru Pembimbing atau Konselor sekolah. Keteladanan ini menjadi hal yang penting dan merupakan tuntutan untuk selalu meningkatkan kualitas pribadi selain memiliki kualitas profesional. (Ungkap Sarbudin, M.Pd)

Salah satu Hadiah besar Allah SWT kepada Rasulullah SAW adalah perintah Sholat 5 waktu. “Saya mengajak mahasiswa untuk tidak meninggalkan Sholat 5 waktu dan atas nama pimpinan di Program Studi BK sholat ini menjadi takaran profesionalisme kinerja dan konsistensi penampilan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, melainkan juga cerdas secara spiritual.

PELEPASAN 218 MAHASISWA PESERTA KKN TEMATIK TAHUN 2021

Ketua STKIP Bima, Dr. Nasution, M.Pd, dalam sambutannya beliau menitip pesan agar menjalankan program sesuai tema masing-masing lokasi dan tetap berkoordinasi dengan Dinas-Dinas terkait, jaga nama baik STKIP Bima dengan menjaga sikap, perilaku dan kepribadian, selanjutnya mahasiswa dilepas menuju ke Kantor Walikota Bima dan Kantor Bupati Bima.

Untuk lokasi Kota Bima serah terima dilakukan di Kantor Pemkot Bima yang  diwakili oleh Wakil Ketua II Herman, M.Pd. Wakil Ketua I Muhammad Satriawan, M.Pd. dan Humas STKIP Bima Mukhlis, SE., ME., Dalam sambutannya Wakil Ketua II Herman, M.Pd. menitip pesan agar dalam melaksanakan KKN Tematik tetap fokus untuk menuntaskan sesuai tema yang  telah ditentukan dan tetap berkoordinasi dengan Pemkot Bima.

Bung Herry sapaan akrab beliau sekaligus menyerahkan Mahasiswa KKN Tematik STKIP Bima Tahun 2021 di Kota Bima kepada Pemerintah Kota Bima sebanyak 151 mhs yang tersebar di 10 lokasi.

Walikota Bima, yang diwakili oleh Asisten III Setda Kota Bima Ir. Syamsuddin  menerima mahasiswa tersebut dalam acara Serah Terima Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik STKIP Bima (KKN-T STKIP BIMA) Tahun 2021 di halaman Pemkot Bima.

Pantauan kami di lapangan Acara  ini berlangsung khidmat dan diikuti juga oleh Dosen Pembimbing, Dinas-dinas terkait, Perwakilan Kecamatan se Kota Bima dan 151 mahasiswa peserta KKN Tematik STKIP Bima.

Dalam sambutannya, Walikota Bima melalui Asisten III menyampaikan terimakasih kepada pihak STKIP Bima yang telah mempercayakan 151 mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat di Kota Bima. Beliau berharap kegiatan yang akan dilaksanakan pada Bulan Maret hingga Bulan Mei 2021 mendatang dapat berjalan lancar dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat serta bagi mahasiswa itu sendiri.

“Selamat datang,  kami menyambut baik niat teman-teman mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kami berharap program yang dibawa teman-teman mahasiswa, nantinya dapat membantu pemerintah dalam membangun dan mengembangkan potensi di lokasi masing-masing, membantu dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan dalam masa Pandemi Covid-19 dan membantu dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat” dalam sambutannya.

Melalui Humas dan Informasi Publik STKIP Bima Mukhlis, SE., ME. mengatakan bahwa kerjasama dan kemitraan ini tetap akan kami jaga ke depannya dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bima.

Sumber : https://www.infobima.com/2021/03/ketua-stkip-bima-melepas-218-mahasiswa.html

2 tim dosen STKIP BIMA pemenang lomba inovasi teknologi tepat guna (TGT) 2020

Lomba inovasi teknologi tepat guna (TGT) tingkat kota bima tahun 2020 yang di selenggarakan oleh badan perencanaan pembangunan daerah penelitian dan pengembangan (Bappeda Litbang) kota bima melalui bidang litbang pada tanggal 27-28 februari 2020 di balai kota bima dengan tema masyarakat mandiri kota bima maju.

Menjadi suatu kebangaan bagi STKIP Bima dari 5 team dosen dan mahasiswa yang mengikuti akhirnya 2 team dosen menjadi pemenang untuk kategori mahasiswa, dosen dan umum, yaitu Agripina Wiraningtyas, M.Sc (dosen program studi pendidikan kimia) dengan nama inovasi/TTG “Tas belanja bercode ramah lingkungan” sebagai juara I, Tim Nurnazmi, M.Si (dosen pendidikan sosiologi) dan Nikman azmin, M.Si (dosen pendidikan biologi) dengan nama inovasi/TTG “mesin penghancur sampah organik” sebagai juara II.

Keberhasilan 2 tim yang diwakili oleh 3 dosen , merupakan salah satu bentuk prestasi yang dimiliki oleh STKIP Bima yang nantinya dapat diajarkan ke mahasiswa sebagai bentuk inovasi dalam menciptakan teknologi tepat guna.
Harapan terbesar dari STKIP Bima semoga kedepannya kemenangan ini menjadi motivasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk lebih bersemangat mengembangkan inovasi yang kreatif, inovatif serta tepat guna yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Semoga untuk kegiatan berikutnya baik ditingkat daerah maupun tingkat nasional STKIP Bima dapat menjadi terdepan serta tentunya semakin banyak team yang diikut sertakan.

Menawarkan Penghijauan Sabuk gunung, mahasiswa KKN MT AngKatan XXXI STKIP Bima posko penanae menggandeng BLH Kota Bima dalam mengatasi isu lingkungan hidup

Indonesia dikenal sebagai suatu wilayah yang memiliki begitu banyak kekeyaan alam yang sangat luar biasa, seperti air, hujan dan lain sebagiannya. Namun seiring dengan meningkatnya populasi penduduk menyebabkan peningkatan pola konsumsi yang berlebihan. Sehingga muncullah istilah eksploitasi.

Sebagai paru-paru dunia, keberadaan hutan sudah sangat kritis. Banyak sekali aktivitas pembabatan hutan sebagai pengalihan lahan tanam dan aktivitas menyimpang lainnya. Dan Bima juga tak lepas dari masalah tersebut.

Dalam pelaksanaan seminar lingkungan hidup pada tanggal 03 Februari 2020 yang diadakan oleh mahasiswa KKN Posko Penanae, pihak BLH Kota Bima menyinggung bahwa Bima sedang dalam keadaan kritis. Hutan-hutan gundul, gunung hilang fungsi, mata air mengalami kekeringa dan ppoensi bencana bisa kapan saja timbul.

Seperti yang disampaikan oleh pak Hamdan H. Husen selaku sekertaris BLH Kota bima bahwa “di Bima gunung kehilangan fungsi, mata air hilang karena ulah manusia rakus. Yaitu pelaku-pelaku investor nakal yang menilai semua dengan rupiah sekalipun merenggut kekakayaan alam”

“Lingkungan yaitu air dan pohon. Baik buruknya lingkungan tergantung bagaimana pohon memberikan kesejukan bagi manusia” lanjut pak Hamdan

Dilanjutkan oleh pak Ir. Bambang Yusuf selaku pemateri dalam seminar lingkungan hidup bahwa “dalam kasus ini pemerintahan terlalu nyaman tidur dalam empuknya bantal. Sehingga dalam masalah ini pemerintahan tidak hadir sebagai solusi”

Sebagai aktivis lingkungan, pak Bambang merasa kecewa dengan kondisi bima sekarang ini karena pemerintahan bergerak sangat lamban dan acuh tak acuh. Iyah, karena meskipun bima dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan hutan, namun masyarakat masih miskin. Diikuti dengan lembaga-lembaga pemerintahan yang minim fungsi.

Bayangkan saja dengan kekayaan hutan yang kita miliki, seharusnya bima harus mampu memanfaatkan peluang yg sudah ada. Katakanlah seperti di donggo, wera, wawo, ataupunefekti

Oleh karenanya kita membutuhkan cara yang sangat efekti dalam menanggulangi masalah ini. Kita memiliki begitu banyak pohon, yaitu 250.000 pohon, namun penjaganya hanya 8 orang. Sehingga itu tidak efektif, dan pemantauan ilegal loging tak nampak.

Sehingga dari seminar tersebut, maka pak bambang menyarankan bahwa kita harus menggunakan cara yang mampu menimallisir bencana tersebut yaitu dengan pemakaian sabuk gunung. Dengan pembangunan sabuk gunung, maka lahan yang pada dasarnya digunakan untuk menanam jagung akan berfungsi sebagai penahanan banjir ataupun longsor.

Coba perhatikan gunung-gunung di wilayah parado, wawo dan sape. Apabila musim hujan tiba, pasti banjir tidak akan bisa dihindari.

Sehingga penggunaan sabuk gunung dipandang perlu menjadi alternatif dalam penanggulangan bencana dibima. Apalagi penggunaan sabuk gunung juga tak memerlukan pembiayayan yang sangat mahal dibandingkan terasering.

Adapun cara yang dilakukan yaitu fahami, sadari dan penyuluhan dengan :
1. Nasioal Koordinasi dengan mentri LKHK, Pertanian, dan BPN
2. Pengenalan Sabuk Gunung
3. Penghijauan sabuk gunung
4. Pengenalan dan penanaman kembali

Lanjut pak Hamdan “Menjaga kelestarian hidup demi terjaminnya hidup yang enak dan damai bersama alam.
Lestari lingkungan, manusia kenyang.”

Sungguh menjaga alam menjadi kewajiban kita bersama. Sebagaimana dalam Al-Qur’an dan Kitab Fiqh Lingkungan.