DOSEN DAN MAHASISWA STKIP BIMA HADIRI SOSIALISASI PENINGKATAN KEMAMPUAN PKM 5 BIDANG

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) pada hari Kamis, 22 Februari 2018 mengadakan kegiatan Sosialisasi Kemampuan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang yang bertempat di Universitas Mataram (UNRAM).

Dalam kegiatan tersebut STKIP Bima mengutus 1 orang dosen pembimbing PKM yaitu Muhammad Irwansyah, M.Pd dan 2 orang mahasiswa yang pernah mengusul proposal PKM 5 Bidang yaitu Hardianti program studi Pendidikan Biologi dan Busran program studi Pendidikan Kimia.

Bapak Muhammad Irwansyah, M.Pd menyatakan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh 40 perguruan tinggi (PT) baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di tiga provinsi yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Perguruan tinggi yang diundang adalah perguruan tinggi yang mahasiswanya pernah mengusulkan proposal program kreativitas mahasiswa (PKM) 5 Bidang dan STKIP Bima tiap tahunnya selalu mengusulkan proposal program kreativitas mahasiswa (PKM) 5 Bidang dan ada yang lulus.

Bapak Muhammad Irwansyah M.Pd menjelaskan lebih lanjut bahwa yang dimaksud Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang yaitu PKM-Penelitian, PKM-Kewirausahaan, PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat, PKM-Penerapan Teknologi dan PKM- Karsa Cipta.

Harapan Dosen STKIP Bima menurut Bapak Muhammad Irwansyah, M.Pd semoga hadirnya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang merupakan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan ide-ide kreatifnya pada kehidupan nyata agar kedepannya mahasiswa bukan hanya sebagai pencari kerja namun mereka memiliki kemampuan untuk meciptakan lapangan pekerjaaan dan mahasiswa mampu memberikan solusi positif terhadap berbagai permasalahan yang muncul dimasyarakat.

Sementara itu, salah seorang peserta mahasiswa Hardianti, yang menghadiri kegiatan tersebut menyatakan “kegiatan sosialiasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh Dirjen Kemahasiswaan dan Pembelajaran Kemenristek-Dikti sangat positif karena dapat memotivasi dan merubah mindset (pola pikir) mahasiswa sehingga kedepannya saya dapat menyusun proposal PKM yang lebih berkualitas”. Hardianti juga menyatakan akan menginformasikan hasil sosialisai tersebut kepada mahasiswa STKIP Bima yang lainnya.

Pembekalan KKN Ankatan XXIX tahun 2018

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan STKIP BIMA kota Bima mengadakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Auditorium STKIP Bima.

Program ini wajib bagi mahasiswa STKIP Bima, kata Ketua Pelaksana Drs. Zainuddin, MM bahwa program pembekalan KKN tahun 2018 dengan tema “Melalui Kulia Kerja Nyata Mandiri Terpadu (KKN-MT) Kita wujudkan masyarakat kreatif dan inovasi menuju masyarakat madani”

Kegiatan (KKN) di ikuti mahasiswa sebanyak 676 yang akan disebar di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan juga Labuan bajo.

“Direncakan pelaksanaan KKN akan dilakukan pada tanggal 12 februari 2018’’, tambah Zainuddin.

M.Tahir, M.Pd puket III bagian kemahasiswaan mengatakan acara ini dilakukan untuk membekali mahasiswa tentang bagaimana cara bersosialisasi dengan baik yang nantinya akan didampingi nara sumber yang memberikan materi supaya bisa membantu dalam terlaksananya kegiatan KKN.

Dijelaskannya pula, Kuliah kerja nyata dimaksudkan untuk  memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang cara berfikir yang terpadu dan komprehensif, serta memijak pada persoalan nyata yang tengah terjadi dalam masyarakat.

Tambahanya “Selalu menjaga nama baik almamater dan melakukan progaram-program di masyarakat tentang apa yang di dapatkan dalam dunia akademisi”.

Berbaurlah bersama masyarakat, pengabdian kepada masyarakat dan nantinya apa yang telah didapat dibangku perkuliahan dapat di terapkan di masyarakat, paparnya.

Mahasiswa juga harus jadi motivator dalam masyarakat, “Oleh karna itu mahasiswa harus memberikan semangat kepada masyarakat pada saat KKN nanti karana hadirnya mahasiswa KKN itu sebagai penggerak masyarakat,”

Tenunan Khas Bima Diminati di Sumatra

 

Tembe Nggoli adalah tenunan khas daerah Bima, kain ini menjadi salah satu kebanggaan daerah di ujung timur NTB sehingga setiap rumah seperti wajib memiliki hasil karya tangan lokal ini.

Pada satu kesempatan  STKIP Bima saat berkunjung ke kampus STKIP PGRI Padang Sumatra Barat, belum lama ini. Mempersembahkan hasil karya tersebut sebagai cendramata untuk para dosen di sana, bahkan sekaligus memperagakan cara menggunakan ala rimpu.

Ketua STKIP Bima, Dr Amran, mengatakan selain memperkenalkan tenun khas. Bahkan sejumlah mahasiswi juga mendemonstrasikan cara mengenakan rimpu mbojo dihadapan dosen dan mahasiswa STKIP PGRI Padang. “Saya menjelaskan perbedaan cara mengenakan rimpu untuk kaum gadis (belum menikah) dan para ibu yang sudah bersuami.,” katanya Pada Selasa.

Diakuinya, sarung dan pengenalan rimpu tersebut sangat diapresiasi oleh pihak kampus STKIP PGRI. Bahkan sejumlah Dosen langsung mencoba kenakan rimpu yang sudah tersohor di nusantara itu di rumahnya masing-masing. “Mereka (dosen STKIP PGRI Padang) bangga kenakan rimpu ini,” kata Amran.

Amran menambahkan, pengenalan sarung nggoli dan cara mengenakannya, bertepatan saat penarikan kembali Mahasiswa dari kampus STKIP, Kerjasama antar Perguruan Tinggi selama satu semester. “Kebetulan tembe nggoli saya bawa untuk dijadikan oleh oleh saat perpisahan kemarin,” katanya.

Penarikan Mahasiswa PERMATA

STKIP PGRI Sumbar menggelar acara perpisahan dengan Mahasiswa Program Permata (Pertukaran Mahasiswa Tanah Air) dari STKIP Bima Nusa Tenggara Barat di Aula Gedung STKIP PGRI Sumatera Barat, Senin (29/08). Mahasiswa Permata yang beranggotakan 3 orang, Susan Merduwanti Riniati, Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Yanti Ramadani, Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika dan Kiki Rizki Amelia, Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi secara resmi dilepas oleh STKIP PGRI Sumatera Barat terhitung Senin, 29 Januari 2018.

Suasana haru nampak terlihat di Aula Gedung STKIP PGRI. Tak hanya Mahasiswa Permata, seluruh yang hadir termasuk Pimpinan STKIP PGRI, Zusmelia pun turut larut dalam suasana perpisahan tersebut.

Dalam sambutannya Zusmelia mengatakan bahwa mereka adalah Anak-anak terbaik dan luar biasa sehingga dipercaya oleh Negara untuk menjadi Mahasiswa Permata dan memilih STKIP sebagai Perguruan Tinggi pilihannya dan berproses selama satu semester di STKIP PGRI. “Berbagai kegiatan sudah mereka jalani selama di STKIP PGRI. Tidak hanya kegiatan Akademik tetapi juga kegiatan Non Akademik, dengan mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan diantaranya kegiatan Keakraban Mahasiswa, Panitia Lomba Matematika dan Biologi, Kuliah Umum, Seminar dan Workshop, kegiatan Mendeley dan OJS (Open Journal System), Pelatihan Mahasiswa Magang, kegiatan Pengabdian, dll. Bahkan mereka juga sudah mendapatkan Sertifikat PRA (Partisipatory Rural Appraisal) . Dengan adanya sertifikat tersebut mereka sudah siap pakai untuk bekerja di LSM dan Instansi Non pemerintah. Mereka juga dikenalkan dengan berbagai tempat wisata di Sumatera Barat dan Budaya Minang” tambahnya.

Ketua STKIP Bima NTB, Amran menyampaikan Ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pimpinan, dosen dan seluruh Pihak kampus yang sudah membimbing dan membina Mahasiswa Permata STKIP Bima sehingga banyak ilmu dan pengalaman yang sudah mereka peroleh selama di STKIP PGRI Sumatera Barat. Tidak lupa sanjungan dan pujian ditujukan untuk ketua STKIP PGRI, Zusmelia. ” yang sudah menjadi sosok ibu, orang tua yang baik bagi Mahasiswa Permata, baik dikampus maupun diluar kampus” tambahnya.

“STKIP PGRI Rancak Bana, Kampus yang memiliki tata kelola yang sangat luar biasa”. Kalimat yang disampaikan oleh Kiki Rizki Amelia, Mahasiswa Permata Prodi Pendidikan Biologi. “Banyak kegiatan yang kami ikuti, bahkan kami juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampus. Setiap kegiatan yang diadakan oleh STKIP PGRI Sumatera Barat semuanya adalah kegiatan yang bermutu dan luar biasa. Mereka tidak hanya mengadakan dan mengikuti kegiatan yang mencakup lingkungan kampus STKIP PGRI saja, akan tetapi semua kampus yang ada di Sumbar bahkan luar negeri juga mereka ikuti. Kami khususnya anak permata adalah orang yang sangat beruntung bisa menginjakan kaki di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat” imbuhnya. ” Ibu ketua STKIP PGRI sangat menyayangi kami. Dengan padatnya kesibukan beliau tapi beliau bisa meluangkan waktunya untuk mengajak kami mengelilingi Sumbar Mengenalkan tempat wisata dan budaya yang ada di Sumatera Barat” tambahnya. Ia berharap semoga STKIP PGRI sumatera Barat menjadi kampus terbaik, segera menjadi univesitas sesuai harapan bersama yang selalu menginspirasi anak bangsa sesuai motto yang ada di kampus ini.

Acara perpisahan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan STKIP PGRI, ketua STKIP Bima, Pimpinan Prodi dan Unit selingkungan STKIP PGRI Sumatera Barat serta Mahasiswa Program Permata.

Berikut video-video disaat mahasiswa STKIP BIMA menyampaikan ucapan terimakasih dan ucapan perpisahan.