LOKAKARYA

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta upaya meningkatkan kualitas rekan-rekan guru Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi SMP dan SMA di Kota, Kabupaten Bima, kami dari STKIP Bima akan mengadakan Lokakarya Pengembabgan Perangkat Pembelajaran dan Penyusunan Proposal PTK. Mari berpartisipasi bersama kami.

untuk lebih jelasnya silahkan lihat brosur dibawah ini :

Prodi Biologi STKIP Bima Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Woro

Dosen yang merupakan warga disekitar desa menambahkan, Desa Woro merupakan desa dengan kondisi alam yang mendukung untuk dilakukannya penanaman tanaman kelor.  Karena dirasa tanaman ini sudah mulai jarang dibudidayakan oleh masyarakat, mengingat manfaatnya yang luar biasa maka perlu adanya sosialisasi ini. Mata pencaharian warga di sana kebanyakan bertani dan beternak.

“Tanaman yang sangat dikenal oleh orang-orang zaman dulu, baru-baru ini muncul kembali dengan nama the miracle tree (pohon ajaib). Karena memiliki nutrisi yang jauh lebih banyak dan manfaat yang luar biasa dibandingkan dengan tanaman yang lain. Merupakan tanaman yang bergizi, memiliki aktifitas farmakologis, daunnya paling banyak mengandung pati, mineral, zat besi vitamin a, vitamin C dan protein susu. Dan bahkan setiap bagian tanaman kelor memiliki manfaat sendiri (akar, batang, daun, kulit, buah, biji dan bunga). Itulah kenapa dia terkenal dengan nama pohon ajaib.” Jelas Ibu Ariyansyah, M.Sc yang bertindak sebagai pemberi penyuluhan manfaat tanaman kelor.

Lanjutnya “Hasil penelitian di tahun 2012 oleh Tejas G.H dan kawan-kawan bahwa dalam setiap 100 gr daun kelor terdapat Vitamn A yang empat kali lebih banyak dari wortel dan bayam, Vitamin C tujuh kali lebih banyak dari jeruk, Besi dua puluh lima kali dari bayam serta protein dua kali dari yoghurt/susu” Maka dirasa sangat perlu melestarikan tanaman yang bermanfaat ini dan diterapkan mulai dari Desa Woro.

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STKIP Bima Adakan Kegiatan Seminar Dakwah

Delam menciptakan pemimpin di era globalisasi dan moderinisasi Lembaga Dakwah Kampus STKIP Bima menggelar kegiatan Seminar Dakwah, kegiatan tersebut berlangsung di auditorium STKIP BIMA, dengan Tema “Pemuda Zaman Now, Pemimpin Masa Depan”. kegiatan ini di buka oleh Wakil Ketua III yaitu bapak M. Tahir, S.Ag., M.Pd, dalam sambutannya bpk. M. Tahir menegaskan bahawa “dari awal kita adalah pemimpin, maka yang harus kita lakukan adalah peningkatan kepercayaan diri. bagaimana kita bisa memimpin diri kita sendiri. Dan yang harus dibangun bukan hanya fisik tapi juga mentalitas diri kita”.

Pambicara dalam kegitan  Seminar Dakwah yaitu:

1. Ust. Deddy Wahyudin, S.Kep., M.Trop
2. Ust. Abdul Halim, Lc.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Peduli Kemanusiaan, HMPSP Biologi Gelar Donor Darah

Satu lagi kegiatan sosial bernilai positif yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa Pendidikan Biologi STKIP Bima. Mereka  yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (HMPSP Biologi) menggelar donor darah dengan tema “ Mewujudkan Solidaritas antar Sesama, Setetes darah Kita Sangat Berarti untuk Keluarga yang Membutuhkan”.Kegiatan ini  kerjasama HMPSP Biologi dengan Unit Transfusi darah (UTD) RSUD Bima  yang dilaksanakan di Auditorium STKIP Bima, Selasa 3 April 2018. Aksi donor darah itu dibuka Wakil Ketua III STKIP Bima, Muhammad Tahir, SAg, MPd.Diharapkannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Juga lebih menyosialisasikannya, termasuk penyediaan posko pendaftaran agar dapat menampung lebih banyak lagi pendonor baik dari lingkungan kampus STKIP Bima maupun dari lingkungan sekitar.

Saat aksi donor darah ini, dikuti  51 orang dari 63 calon pendonor. Mereka sebelumnya mendaftarkan diri di sekretariat HMPSP Biologi STKIP Bima. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima, Olahirullah, MPd sangat mengapresisi kegiatan yang dilaksanakan oleh HMPSP Biologi.Dikatakannya, ini merupakan bentuk kegiatan yang mulia, karena bertujuan membantu sesama manusia. Donor darah ini tidak hanya bermanfaat bagi resepien (penerima darah), namun bagi pendonor memiliki manfaat yang besar.“Donor darah secara rutin dapat membantu mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan kanker, meningkatkan metabolism tubuh, dan dapat mengontrol kesehatan secara gratis,” terangnya.Pengecekan kesehatan dan pengambilan darah dilakukan oleh dr H Sucipto, Kepala Unit Transfusi Darah Kota Bima dibantu staf Unit Transfusi Darah RSUD Bima. Hasil dari kegiatan donor darah ini yakni terkumpulnya 51 kantong darah yang dapat digunakan pasien di RSUD Bima. Apalagi selama ini sering kekurangan stok darah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Wirausaha Masuk Kampus, Sekda Teken MoU Dengan Ketua STKIP Bima dan STIE

Untuk meningkatkan peran kampus dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat serta menggali potensi ekonomi dari kalangan lulusan perguruan tinggi, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) menandatangani MoU bersama 2 lembaga Perguruan Tinggi.

“Penandatanganan MoU ini dimaksudkan untuk mendukung program dan kegiatan Dinas Koperindag Kota Bima yakni wirausaha masuk kampus,” ujar Kepala Koperindag Kota Bima Nurjanah saat menyampaikan sambutan di ruangan rapat Walikota Bima, Senin (2/4).

Diakuinya, MoU ini melibatkan 2 perguruan tinggi dengtan berbagai pertimbangan yaitu STIE yang merupakan perguruan tinggi yang pendidikannya konsen dalam bidang ekonomi. Kemudian STKIP Bima dipilih karena memiliki program studi pendidikan koperasi. “MoU akan berlaku selama 5 tahun”.

Kerjasama kedua belah pihak kata Nurjanah, meliputi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), penelitian dan pengembangan UMKM, penerapan ilmu pengetahuan, dan pemanfaatan kreativitas dan inovasi teknologi. Penandatangan MoU diwakili Plt Sekda Kota Bima H Syamsuddin MS bersama 2 pimpinan perguruan tinggi yakni Ketua STIE Bima Firdaus, ST, MM dan Ketua STKIP Bima Dr. Amran Amir, M.Pd. Di tempat yang sama, Plt Sekda Kota Bima H Syamsuddin MS dalam sambutannya mengaku, tujuan nota kesepakatan ini untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kelurahan, dengan fokus utama mengembangkan UMKM yang ada di kelurahan.

Ia menjelaskan, usaha kecil dan menengah sudah terbukti merupakan salah satu pilar kekuatan ekonomi, baik daerah maupun nasional. Kegiatan usaha ini sudah sangat melekat di masyarakat. UKM dinilai memiliki peran yang strategis, baik yang bersifat sosial maupun ekonomis. “Dari segi sosial, UKM mampu menyerap tenaga kerja sehingga diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan. Sementara dari fungsi ekonomi, UKM menyediakan berbagai barang dan jasa untuk berbagai kalangan mulai yang berdaya beli tinggi hingga rendah,”.

Pemerintah Kota Bima sendiri, memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan UKM. Salah satunya dari aspek anggaran. Anggaran pengembangan UKM pada tahun 2011 hanya sebesar Rp 418,6 juta, kemudian pada tahun 2016 mencapai Rp 2,8 Miliar. “Tentu keterlibatan 2 kampus ini bisa menjadi energi baru dalam peningkatan kapasitas pelaku UMKM Kota Bima,”.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.