PENGELOLAAN SAMPAH MAHASISWA KKN-MT STKIP BIMA ANGKTAN XXXI TAHUN 2020 PEMBUATAN TAMAN KELURAHAN OIMBO DARI BAN BEKAS

Selamaini, banyak masyarakat memandang bahwa sampah merupakan benda yang tidak memiliki nilai guna atau tidak berharga. Di Indonesia khususnya kota Bima, seringkali dibuang dan ditemukan di sembarang tempat. Permasalahan ini seakan tidak kunjung usai. Di kelurahan Oimbo adalah salah satu pusat tempat pembuangan akhir (TPA), sampah di olah menjadi bahan bakar bahkan menjadi gas sedangkan sebagiannya bisah di jual oleh pemulung dan bisah di olah sebagai kerajinan tangan seperti apa yang di lakukan oleh mahasiswa KKN-MT STKIP Bina

Kata, bapak kepala TPA bahwa turun kkn tidak seperti menerima teori yang terekam oleh kertas putih dan tintah hitam, berbicara KKN ada banyak yang perlu di siapkan mulai dari sosial,budaya,adat istiadat serta pemerhatikan lingkungan,maka sangat membutuhkan generasi yang inovatif dan kreatif untuk membangun negara ini.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kepada masyarakat dapat merawat lingkungan serta bisa memanfaatkan dan mengelolah sampah. Jadinya tidak hanya dibakar atau dibuang, tetapi dapat dibuat menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan bisa bernilai ekonomis,” ujar anggota mahasiswa KKN STKIP Bima.

 

sumber : https://lahermansyah.blogspot.com/2020/02/pengelolaan-sampah-mahasiswa-kkn-mt.html

37 Mahasiswa STKIP BIMA Meraih Beasaiswa Bidik Misi

BIDIKMISI adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

37 Mahasiswa STKIP BIMA pada tahun ini mendapatkan Beasiswa Bidik Misi dalam rangka mensinergikan program Risetdikti dengan pihak STKIP BIMA, dan pada Tahun 2020 akan bertambah lagi.

STKIP BIMA MENGADAKAN KEGIATAN KAJIAN ISLAM DAN DO’A BERSAMA

Pada hari jum’at (13 Desember 2019). Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Bima mengadakan kegiatan kajian Islam yang dirangkaikan dengan do’a bersama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan silaturrahmi antara pimpinan, dosen dan staf STKIP Bima

Dalam sambutannya Dr. Amran Amir, M.Pd (ketua STKIP Bima) menyatakan bahwa kegiatan ini adalah sarana yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt sehingga civitas akademika STKIP Bima senantiasa menjalankan perintah Allah swt dan takut pada larangan Allah swt. Semoga kedepannya kegiatan kajian dan do’a seperti ini bisa diagendakan sebagai kegiatan rutinitas warga STKIP Bima. Ujar Dr. Amran Amir, M.Pd.

Sementara itu pemateri kajian yang diundang yaitu Ustadz Muchlis, M.Pd.I (Dosen mata kuliah pendidikan agama Islam STKIP Bima). Ustadz Muchlis, M.Pd.I memaparkan bahwa dalam Islam ilmu, iman dan amal harus berjalan secara bersama-sama sehingga ilmu yang dimilikinya bermanfaat baik didunia maupun diakhirat kelak.  Mendukung pernyataanya pemateri mengutip salah satu surah dalam Alquran yaitu Qs Al-Mujadalah: 11 yang artinya: “… Apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Ustadz Muchlis, M.Pd.I menambahkan bahwa ilmu yang dimiliki oleh manusia saat ini seperti setetes air, sangat sedikit sekali dibandingkan dengan ilmunya Allah swt. Oleh karna itu manusia tidak boleh sombong dengan ilmunya yang hanya setetes itu, sebab penyebab iblis diusir oleh Allah swt dari surga karna kesombonganya. Ujar Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ustadz Muchlis, M.Pd.I mengakhiri materinya dengan mengatakan bahwa walaupun saat ini kita memasuki era Revolusi industri 4.0, pengajar baik itu guru maupun dosen tidak bisa digantikan oleh teknologi (robot). Karna robot tidak bisa mengajarkan akhlak seperti kejujuran, sopan santun, cintah tanah air, toleransi, disiplin, mandiri, kerja keras, menjaga kebersihan lingkungan dan sebagainya. Yang bisa mengajarkan akhlak hanyalah pendidik saja. Oleh karna Ustadz Muchlis, M.Pd.I berharap agar dosen STKIP Bima memperlihatkan akhlak yang baik saat berkomunikasi dengan mahasiswa maupun saat berkomunikasi sesama dosen (pendidik) agar kampus ini mendapatkan keberkahan dari Allah swt.

Berdasarkan pantauan pantauan kami kegiatan ini diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh ustadz Muchlis, M.Pd.I dan berlangsung dengan khidmat.

STKIP BIMA SEBAGAI PERGURUAN TINGGI DENGAN LAPORAN PDPT 100% SELAMA 5 TAHUN TERAKHIR BERTURUT – TURUT DILINGKUNGAN LLDIKTI WILAYAH VIII

Dalam rangka menghadiri undangan LLDIKTI Wilayah VIII, Senin, 16 Desember 2019 dengan agenda “Evaluasi Kinerja Tahun 2019 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII” STKIP BIMA mendapatkan Sertifikat penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan laporan PDPT 100% selama 5 tahun terakhir berturut-turut dilingkungan LLDIKTI Wilayah VIII.

STKIP BIMA MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT KORBAN KEBAKARAN

Pada hari Minggu (27 Oktober 2019) rombongan STKIP Bima mendatangi sekaligus memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Rombongan STKIP Bima dipimpin langsung oleh Wakil ketua I yaitu Erni Suryani, M.Pd.

Erni Suryani, M.Pd menyatakan bahwa bantuan yang diserahkan berasal dari sumbangan para Dosen, staf, dan hasil pengalangan dana mahasiswa STKIP Bima. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat mengurangi beban masyarakat desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten Bima (korban kebakaran)”. Ujar Erni Suryani, M.Pd.

Sementara itu Burhanudin perwakilan korban kebakaran menyatakan “Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak STKIP Bima yang telah memberikan bantuan. Dengan adanya bantuan ini sangat membantu kami yang sedang dalam musibah kebakaran.

Berdasarkan pantauan kami adapun bantuan yang diberikan oleh civitas akademika STKIP Bima yaitu pakaian layak pakai, beras, air mineral, gula, mie instan, telur, minyak goreng,  nasi box dll.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.