Program Studi Pendidikan Fisika dan Kimia STKIP BIMA Melakukan Sosialisasi BBM Cracking di MAN 2 Kota Bima

BBM CRAKCING merupakan program menciptakan energy terbarukan yaitu pemanfaatan limbah plastik dengan metode cracking atau pemutusan rantai polimer (besar) diubah menjadi polimer kecil melalui pemanasan sehingga diperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM), kemudian didestilasi supaya mendapatkan BBM dengan kemurnian tinggi.

Pelaksanaan sosialisasi BBM Cracking di MAN 2 kota Bima sengaja dilakukan untuk dapat menyelaraskan program sampah nol yang digalakkan di sekolah tersebut. Dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan, siswa dan seluruh pihak yang ada di MAN 2 Kota Bima dapat mengolah sampah plastik yang dikumpulkan dari kegiatan sampah nol untuk dapat diolah lebih lanjut, salah satunya menjadi bahan bakar minyak.

Sosialisasi ini dalam kata sambutan Muhammad Subhan, M.Pd bertujuan untuk mengajak dan memberikan informasi kepada masyarakat melaui sekolah sebagai penggemar ilmu pengetahuan tentang pengolahan limbah plastik dan cara pemb muatan alat sederhana (prototype) dari bahan-bahan sederhana pula serta system kerja reactor sehingga siswa-siswa dapat melakukan dan langsung mengaplikasikannya. Selain membagi ilmu tentang BBM cracking dalam sosialisasi ini mengajak siswa untuk sadar supaya dapat memanfaatkan limbah plastik dan tidak dibuang sembarang, dikumpulkan dalam skala banyak tidak hanya didaur ulang namun dimanfaatkan untuk dapat diubah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam sosialisi tersebut  Ibu Lis Suswati, M.Pd, sebagai pemateri menerangkan metode thermal cracking yaitu pembakaran pada suhu tinggi 300-400°C tanpa oksigen. Hasilnya, dalam pembakaran satu kilogram plastik menghasilkan satu liter bahan bakar berupa bensin dan solar. Ini merupakan hasil dari percobaan yang dilakukan beberapa dosen fisika-kimia (Eka Rahmawati, M.Si, Sri Agustina, M.Si, Fatimah, M. Pd, Lis Suswati, M.Pd dan Muhammad Subhan, M.Pd) dalam laboratorium Kimia. Inovasi ini dimaksudkan sebagai partisipasi bagaimana mengatasi masalah persampahan global.

Di akhir pemberian materi oleh Ibu Lis Suswati, M.Pd, antusias siswa MAN 2 Kota Bima sangat besar. Hal ini ditandai dengan rasa penasaran mereka tentang BBM CRACKING dengan melontarkan banyak pertanyaan berkaitan dengan pengolahan sampah plastik menjadi BBM ini, beberapa dosenpun saling bertukar menjawab pertanyaan-pertanyan siswa.

Harapan kedepan adalah pihak kampus STKIP Bima diwakili (prodi Fisika-Kimia) dapat membuat reaktor dalam skala besar atau menengah dengan desain alat yang bagus supaya dapat memanfaatkan sampah berskala banyak sehingga menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang banyak pula dalam satu kali proses, dan ini merupakan langkah awal untuk kedepannya bisa turun sosialisai di masyarakat supaya bisa bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Bima dan Kota Bima untuk dapat mengumpulkan sampah-sampah plastik dengan membuat wadah khusus di setiap sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *