Prodi Biologi STKIP Bima Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Woro

Dosen yang merupakan warga disekitar desa menambahkan, Desa Woro merupakan desa dengan kondisi alam yang mendukung untuk dilakukannya penanaman tanaman kelor.  Karena dirasa tanaman ini sudah mulai jarang dibudidayakan oleh masyarakat, mengingat manfaatnya yang luar biasa maka perlu adanya sosialisasi ini. Mata pencaharian warga di sana kebanyakan bertani dan beternak.

“Tanaman yang sangat dikenal oleh orang-orang zaman dulu, baru-baru ini muncul kembali dengan nama the miracle tree (pohon ajaib). Karena memiliki nutrisi yang jauh lebih banyak dan manfaat yang luar biasa dibandingkan dengan tanaman yang lain. Merupakan tanaman yang bergizi, memiliki aktifitas farmakologis, daunnya paling banyak mengandung pati, mineral, zat besi vitamin a, vitamin C dan protein susu. Dan bahkan setiap bagian tanaman kelor memiliki manfaat sendiri (akar, batang, daun, kulit, buah, biji dan bunga). Itulah kenapa dia terkenal dengan nama pohon ajaib.” Jelas Ibu Ariyansyah, M.Sc yang bertindak sebagai pemberi penyuluhan manfaat tanaman kelor.

Lanjutnya “Hasil penelitian di tahun 2012 oleh Tejas G.H dan kawan-kawan bahwa dalam setiap 100 gr daun kelor terdapat Vitamn A yang empat kali lebih banyak dari wortel dan bayam, Vitamin C tujuh kali lebih banyak dari jeruk, Besi dua puluh lima kali dari bayam serta protein dua kali dari yoghurt/susu” Maka dirasa sangat perlu melestarikan tanaman yang bermanfaat ini dan diterapkan mulai dari Desa Woro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *